NBA Europe: Peluang Besar bagi Basket Inggris, Anunoby Yakin Levelnya Naik
Baca dalam 60 detik
- Liga basket Eropa bentukan NBA, yang dijadwalkan bergulir pada 2027, diproyeksikan mencakup London dan Manchester dengan nilai investasi mencapai US$1 miliar per kota.
- Bintang Knicks asal Inggris, OG Anunoby, menilai kehadiran liga ini akan mendongkrak popularitas basket di Britania Raya, terutama di kalangan muda.
- Jika liga ini terwujud, dampaknya bisa terasa hingga Indonesia melalui peningkatan minat dan potensi transfer pemain Asia ke kompetisi level tertinggi.

Liga basket Eropa yang dirancang khusus oleh NBA, yang dijadwalkan meluncur pada Oktober 2027, dinilai akan membawa basket di Inggris ke level yang lebih tinggi. Pandangan ini disampaikan oleh OG Anunoby, pemain New York Knicks asal Inggris yang juga baru saja meraih gelar juara NBA. Menurutnya, kehadiran liga ini akan semakin mempopulerkan olahraga tersebut, terutama di London dan Manchester yang menjadi kandidat kota tuan rumah.
Rencana pembentukan liga dengan nama sementara NBA Europe ini telah memasuki tahap pengumpulan tawaran kepemilikan waralaba yang berakhir pada Juni lalu. NBA dikabarkan menerima tawaran antara US$500 juta hingga US$1 miliar untuk setiap kota yang menjadi target. Dengan 12 hingga 16 tim yang direncanakan, liga ini akan berjalan beriringan dengan musim NBA 2027-2028.
Anunoby, yang menjadi pemain kunci dalam kemenangan pertama Knicks sejak 1973, menyambut baik proyek ini. "Basket terus berkembang, terutama di sini, di London dan Manchester. Ini menarik dan saya pikir akan membawa basket ke level berikutnya," ujarnya kepada BBC Sport. Ia juga menyoroti potensi pertumbuhan yang besar, tidak hanya bagi penggemar tetapi juga bagi partisipasi kaum muda.
Laura Pinnell, Vice President Consumer Group dan Head of Marketing NBA untuk Eropa dan Timur Tengah, menegaskan bahwa Inggris merupakan salah satu peluang terbesar dalam proyek ini. "Permintaan yang luar biasa datang setelah penutupan penawaran. Pertumbuhan potensialnya sangat besar, dan ada diskusi tentang waralaba di London dan Manchester," katanya. Pinnell juga menekankan bahwa liga ini akan membuka peluang bagi penggemar dan generasi muda.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Basket di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus menunjukkan peningkatan popularitas. Kehadiran liga Eropa yang profesional dapat menjadi jembatan bagi pemain Asia untuk tampil di panggung yang lebih kompetitif. Selain itu, nilai investasi yang besar menunjukkan bahwa basket adalah olahraga dengan potensi komersial yang menjanjikan, yang bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan liga domestik di Indonesia.
Sementara itu, Anunoby juga menyoroti persaingan di NBA musim depan. Setelah delapan tahun berturut-turut juara berganti-ganti, Knicks menargetkan gelar kedua secara beruntun. "Itu tujuan kami tahun ini," tegasnya. Namun, ia mengakui bahwa semua tim adalah ancaman. "Liga ini sangat ketat, setiap tim mampu, dan semua orang adalah ancaman," pungkasnya.
Dengan persiapan yang disebut "on track", publik basket dunia, termasuk Indonesia, patut menantikan pengumuman tim-tim yang akan berlaga di NBA Europe. Pertanyaannya, akankah liga ini mampu menyaingi popularitas NBA di Amerika dan membuka pasar baru yang lebih luas? Waktu yang akan menjawab.



