Le Court Menang Etape Enam Tour de France Femmes, Reusser Kokoh di Puncak Klasemen
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Mauritius, Kimberley Le Court, memenangkan etape keenam setelah sprint dramatis di Tournon-sur-Rhone.
- Marlen Reusser tetap memegang yellow jersey dengan keunggulan 12 detik atas Demi Vollering menjelang etape Mont Ventoux.
- Etape ketujuh yang berakhir di puncak Mont Ventoux diprediksi menjadi penentu utama perebutan gelar juara umum.

Kimberley Le Court, pembalap asal Mauritius, memastikan kemenangan etape keenam Tour de France Femmes setelah melewati drama pergantian sepeda dan sprint akhir yang menegangkan di Tournon-sur-Rhone, Kamis (6/8). Kemenangan ini sekaligus mempertahankan posisi Marlen Reusser di puncak klasemen umum dengan tiga etape tersisa.
Le Court, yang membela tim AG Insurance-Soudal, bergabung dengan grup pelarian kecil sekitar 10 kilometer sebelum finis. Ia meluncurkan sprint pada 300 meter terakhir dan berhasil menahan laju pembalap Prancis Cedrine Kerbaol dari EF Education-Oatly, sementara Puck Pieterse dari Belanda finis di posisi ketiga. Kemenangan ini hampir identik dengan suksesnya tahun lalu saat ia mengalahkan Demi Vollering dan Katarzyna Niewiadoma-Phinney dalam sprint tujuh pembalap.
Perjalanan menuju kemenangan tidak mulus bagi pembalap berusia 30 tahun itu. Ia mengalami masalah mekanik sebelum tanjakan terakhir dan terpaksa mengganti sepeda. Berkat bantuan rekan setimnya, Le Court berhasil kembali ke rombongan utama tepat waktu untuk melancarkan serangan penentu.
"Mereka membawa saya kembali pelan-pelan ke rombongan, dan saya kembali ke posisi depan di tanjakan terakhir, yang merupakan usaha yang sangat besar," ungkap Le Court. "Saya mencoba bersabar dan memulihkan tenaga. Riejanne Markus dan saya berhasil menyusul grup pelarian dan sampai di depan."
Etape sepanjang 153,4 kilometer dari Montbrison ini tidak mengubah peta klasemen. Reusser dari Movistar Team masih memimpin dengan keunggulan 12 detik atas Vollering. Niewiadoma-Phinney dari Polandia berada di posisi ketiga dengan selisih 1 menit 17 detik. Ketegangan semakin terasa menjelang etape ketujuh yang akan berakhir di puncak legendaris Mont Ventoux.
Jalannya etape diwarnai aksi tiga pembalap yang memimpin lebih dari dua menit, namun berhasil dikejar kembali dengan sisa 54 kilometer. Juara dunia Magdeleine Vallieres kemudian menggeber tempo di tanjakan Col de Lalouvesc, memecah rombongan dan menyisakan sekitar 30 pembalap yang bersaing untuk kemenangan etape. Dari grup tersebut, enam pembalap mencoba melarikan diri, lalu disusul oleh Le Court dan Markus.
Markus sempat melancarkan serangan satu kilometer menjelang finis, tetapi tidak mampu bertahan. Le Court yang menutup celah justru tampil sebagai pemenang. "Saat Riejanne menyerang dari belakang, saya tahu itu akan terjadi karena hanya itu cara dia bisa memenangkan balapan seperti ini," kata Le Court. "Saya harus menutup celah sendiri, dan saya benar-benar kelelahan. Saya tidak percaya masih punya tenaga untuk sprint."
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France Femmes semakin menarik untuk diikuti karena persaingan ketat di puncak klasemen. Meski belum ada pembalap Asia Tenggara yang tampil, ajang ini menjadi barometer perkembangan balap sepeda wanita global yang bisa menginspirasi pembinaan atlet di Tanah Air.
Etape ketujuh yang menempuh rute 146,8 kilometer dari La Voulte-sur-Rhone ke puncak Mont Ventoux akan menjadi ujian besar bagi Reusser. Vollering dan Niewiadoma-Phinney diprediksi akan melancarkan serangan untuk merebut yellow jersey. Akankah Reusser mampu bertahan di tanjakan legendaris yang kerap menjadi penentu juara? Atau akankah ada kejutan dari pembalap lain? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan.



