Fiorentina Pensiunkan Nomor 10 untuk Antognoni: Upaya Rekonsiliasi di Tengah Perayaan 100 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A, Fiorentina, akan memensiunkan nomor punggung 10 milik legenda Giancarlo Antognoni untuk musim 2026/27 sebagai bagian dari perayaan 100 tahun klub.
- Langkah ini dibaca sebagai upaya presiden baru Giuseppe Commisso untuk memperbaiki hubungan yang retak antara Antognoni dan manajemen klub.
- Keputusan ini hanya berlaku satu musim, membuka peluang nomor tersebut kembali digunakan setelah musim perayaan berakhir.

Fiorentina mengambil langkah simbolis dengan memensiunkan nomor punggung 10 milik Giancarlo Antognoni selama satu musim, tepat di tengah perayaan 100 tahun klub. Keputusan yang diumumkan langsung oleh presiden baru Giuseppe Commisso ini tidak hanya menjadi penghormatan bagi sang legenda, tetapi juga sinyal kuat untuk meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama antara Antognoni dan manajemen klub.
Klub yang berbasis di Florence ini didirikan pada 1927, sehingga musim 2026/27 menjadi momen bersejarah bagi La Viola. Dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs klub, Commisso mengungkapkan bahwa acara puncak akan digelar pada 29 Agustus mendatang, di mana nomor 10 yang identik dengan Antognoni akan secara resmi dipensiunkan. Namun, keputusan ini hanya berlaku untuk musim perayaan, dan nomor tersebut dapat kembali digunakan pada musim 2027/28.
Langkah ini jelas merupakan upaya untuk mengundang Antognoni hadir dalam perayaan tersebut sekaligus menjembatani perpecahan yang terjadi. Sebelumnya, Antognoni dikabarkan enggan menghadiri acara seratus tahun klub karena konflik dengan mantan presiden Rocco Commisso dan mantan direktur Joe Barone. Dengan adanya gestur ini, publik bertanya-tanya apakah hubungan yang retak itu akan benar-benar pulih.
Antognoni, yang kini berusia 72 tahun, adalah ikon sejati Fiorentina. Ia membela klub dari 1972 hingga 1987, sebelum mengakhiri kariernya di Lausanne, Swiss, pada 1989. Selama 15 tahun berseragam ungu, ia mencatatkan 341 penampilan dan mencetak 61 gol, serta menjadi bagian dari skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982. Baginya, Fiorentina bukan sekadar klub, melainkan identitas dan rumah.
Dalam pernyataannya, Commisso menyampaikan penghormatan mendalam, "Giancarlo bukan sekadar juara hebat Fiorentina. Giancarlo adalah Fiorentina. Dia adalah Florence. Dia adalah jersey Viola. Dia adalah pemain paling ikonik yang pernah mengenakan nomor 10 Fiorentina. Bakat, keanggunan, dan kesetiaan pada satu warna. Cinta seorang pria yang memberikan sesuatu yang tak bisa diukur hanya dengan penampilan, gol, atau trofi."
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah ini mengingatkan pada pentingnya menghormati legenda klub. Di Liga Indonesia, beberapa klub juga melakukan hal serupa, seperti Persija Jakarta yang mengabadikan nomor 14 untuk Bambang Pamungkas. Langkah Fiorentina bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub di Indonesia untuk memperkuat ikatan emosional dengan suporter dan menjaga warisan sejarah.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Antognoni akan menerima undangan tersebut dan menghadiri acara pada 29 Agustus. Jika ya, ini akan menjadi momen bersejarah yang menyatukan kembali legenda dengan klubnya. Namun, jika tidak, upaya rekonsiliasi ini mungkin hanya menjadi simbol belaka. Yang jelas, keputusan ini menunjukkan bahwa Fiorentina berusaha menutup luka lama dan membuka lembaran baru di usia yang ke-100.



