Liga Skotlandia Bergulir, Kans Wakilnya di Eropa Masih Penuh Tanda Tanya
Baca dalam 60 detik
- Empat wakil Skotlandia di kualifikasi Eropa menunjukkan performa beragam pada pekan pembuka Liga Premiership, memicu kekhawatiran akan kesiapan mereka.
- Rangers dan Hearts menghadapi lawan berat, sementara Motherwell tampil paling meyakinkan di bawah pelatih baru Alfred Johansson.
- Hasil akhir pekan ini menjadi indikator awal seberapa jauh klub-klub Skotlandia bisa melaju di kompetisi antarklub Eropa musim ini.

Pekan perdana Liga Utama Skotlandia baru saja usai, namun sudah meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah bagi empat wakil negeri itu di pentas Eropa. Rangers, Hearts, Hibernian, dan Motherwell sama-sama akan berlaga di babak kualifikasi pada Kamis ini, dengan tingkat kesiapan yang masih menjadi teka-teki setelah hasil yang beragam di domestik.
Rangers, yang memiliki peringkat koefisien tertinggi kedua di kualifikasi Liga Europa setelah Benfica, sejatinya diunggulkan saat bertandang ke markas Jagiellonia Bialystok. Namun, catatan tim asal Polandia itu yang dua musim beruntun menembus fase gugur Liga Konferensi menjadi peringatan. Mereka bahkan nyaris menyingkirkan Real Betis di perempat final musim lalu. Ditambah lagi, lini belakang Rangers tengah krisis akibat cedera Ben Godfrey dan tidak disertainya John Souttar dalam skuad Eropa.
Kekhawatiran lain datang dari lini kreatif. Mantan gelandang Rangers, Andy Halliday, menilai tim asuhan Derek McInnes kekurangan kreativitas setelah hanya bermain imbang melawan Dundee United. Manajemen pun bergerak cepat dengan mendatangkan Daisuke Yokota dari Hannover dan memburu winger Frosinone, Fares Ghedjemis, yang juga diincar Celtic.
Situasi lebih pelik dialami Hearts. Kekalahan telak 0-6 agregat dari Sturm Graz di kualifikasi Liga Champions, plus dua gol balasan Aberdeen di masa injury time, membuat kepercayaan diri tim asuhan pelatih anyar asal Belgia, Vrancken, berada di titik nadir. Kini mereka harus menghadapi Benfica, raksasa Portugal yang musim lalu mengalahkan Napoli dan Real Madrid di kandang sendiri. Peluang Hearts untuk melaju tampak tipis, meski laga melawan Benfica tetap menjadi ujian berharga bagi skuad yang tengah dalam masa transisi.
Berbeda dengan dua tim di atas, Motherwell justru tampil paling meyakinkan. Di bawah asuhan Alfred Johansson, yang baru menggantikan Jens Berthel Askou, tim asal Lanarkshire itu belum terkalahkan dan hanya kebobolan satu gol penalti dalam 270 menit bermain. Kemenangan atas Hibernian di akhir pekan menjadi bukti bahwa transisi kepelatihan berjalan mulus. Namun, ujian sesungguhnya akan datang saat mereka bertandang ke Finlandia untuk menghadapi HJK Helsinki, yang meski baru kalah di liga domestik, tetap memiliki pengalaman Eropa yang tidak bisa diremehkan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa klub-klub Skotlandia ini menarik untuk disimak karena beberapa pemainnya kerap menjadi langganan timnas negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, gaya bermain Liga Skotlandia yang keras dan mengandalkan fisik sering dijadikan tolok ukur bagi pemain Asia yang ingin berkarier di Eropa. Jika wakil Skotlandia tampil buruk di Eropa, hal itu bisa berdampak pada peringkat koefisien liga, yang pada akhirnya memengaruhi jumlah jatah klub di kompetisi antarklub pada musim-musim berikutnya.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Rangers mampu melewati hadangan Jagiellonia, atau justru tersingkir lebih awal? Mampukah Hearts bangkit dari keterpurukan saat menghadapi Benfica? Dan apakah Motherwell bisa mempertahankan performa impresif mereka di panggung Eropa? Jawabannya akan mulai terlihat pada laga-laga Kamis malam nanti.



