Bob Dylan Kembali Gaet Jimmie Vaughan di Tengah Perombakan Formasi Gitaris Tur
Baca dalam 60 detik
- Legenda blues Jimmie Vaughan tampil sebagai bintang tamu dalam konser penutup tur AS Bob Dylan di Nashville, menandai perubahan formasi gitaris yang terus berlanjut.
- Kehadiran Vaughan menyusul keluarnya Bob Britt dan Doug Lancio, menjadikan Joel Paterson satu-satunya gitaris tetap, sementara rotasi pemain tampaknya menjadi strategi baru Dylan.
- Tur Eropa yang dimulai Oktober akan menjadi ujian konsistensi formasi, dengan Julian Lage diprediksi absen karena jadwal padat di Amerika.

Bob Dylan kembali mengocok formasi band pengiringnya. Pada konser penutup tur Amerika Serikat di Ascend Federal Credit Union Amphitheater, Nashville, 1 Agustus lalu, ia menghadirkan gitaris blues senior Jimmie Vaughan sebagai bintang tamu. Ini bukan sekadar kejutan bagi penggemar, melainkan sinyal bahwa sang legenda folk-rock tengah bereksperimen dengan komposisi personel di atas panggung.
Vaughan, kakak dari mendiang Stevie Ray Vaughan, muncul pada lagu kelima setlist. Ia langsung beradu nada dengan Dylan dalam "False Prophet", salah satu trek dari album Rough and Rowdy Ways (2020), sebelum melanjutkan dengan membawakan lagu lawas Bo Diddley, "I Can Tell". Menjelang akhir konser, ia kembali naik panggung untuk mengiringi "Goodbye Jimmy Reed", menambah daftar kolaborasi keduanya yang sudah berlangsung lama.
Hubungan kerja Vaughan dengan Dylan sebenarnya bukan hal baru. Pada awal 1990-an, saat era album Under The Red Sky, Vaughan sudah terlibat dalam sejumlah rekaman seperti "Handy Dandy" dan bersama Stevie Ray untuk "God Knows", "Cat's In The Well", serta "10,000 Men". Ia juga sempat bergabung dalam beberapa lagu pada konser Dylan di Austin, 2024. Namun, kemunculannya kali ini terjadi di tengah gejolak internal yang tidak biasa.
Dalam beberapa bulan terakhir, kursi gitaris di band Dylan bagaikan pintu putar. Bob Britt, yang setia sejak 2019, mengonfirmasi kepergiannya secara sukarela setelah spekulasi penggemar soal pemecatan. Ia menolak membeberkan alasan, tetapi menegaskan tidak ada konflik, seraya berencana kembali ke dunia sesi rekaman. Sebelum Britt, Doug Lancio juga hengkang pada awal musim panas, digantikan Julian Lage untuk sejumlah pertunjukan. Kini, Joel Paterson disebut-sebut sebagai satu-satunya gitaris tetap, meski kehadiran Vaughan mengindikasikan Dylan tidak segan merotasi pemain.
Bagi penggemar di Indonesia, fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana seorang musisi sekaliber Dylan tetap dinamis dalam mengelola kreativitas panggung. Di tengah industri musik yang kerap mengandalkan formula, keputusan Dylan untuk terus mengubah formasi justru menjadi daya tarik tersendiri. Para pengamat menilai langkah ini bisa jadi upaya menjaga kesegaran aransemen, sekaligus memberi ruang bagi generasi gitaris baru untuk tampil di panggung dunia.
Pertanyaan besarnya, siapa yang akan mendampingi Dylan saat tur Eropa dimulai? Dengan Lage yang padat jadwal di Amerika, peluangnya untuk terbang ke seberang Atlantik tampak tipis. Sementara itu, Vaughan sendiri belum memberi sinyal akan melanjutkan kerja sama jangka panjang. Jika rotasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin Dylan akan memperkenalkan nama-nama baru di panggung Eropa, menambah babak baru dalam perjalanan tur Rough and Rowdy Ways yang sudah penuh kejutan.



