Man United Kunci Sponsor Rp 400 Miliar untuk Jersey Latihan, Rekor Dunia
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan dengan Betway bernilai sekitar Rp 400 miliar per tahun, menjadikannya sponsor jersey latihan termahal di dunia.
- Kontrak ini muncul setelah kembalinya MU ke Liga Champions dan menjelang larangan iklan judi di bagian depan jersey pertandingan Liga Inggris.
- Langkah ini menunjukkan strategi komersial MU yang agresif, sekaligus memicu perdebatan etika di tengah regulasi perjudian yang semakin ketat.

Manchester United resmi mengumumkan kerja sama sponsor baru untuk kostum latihan mereka bersama Betway, Selasa (4/8). Nilainya dilaporkan menembus rekor dunia: sekitar ยฃ20 juta atau setara Rp 400 miliar per tahun. Ini bukan sekadar angka besar, melainkan sinyal bahwa klub raksasa Inggris itu kembali menjadi magnet komersial setelah sempat kehilangan daya tarik di musim lalu.
Logo Betway akan menghiasi jersey latihan tim putra dan putri, serta terpampang di area Old Trafford. Musim lalu, MU sempat tanpa sponsor kostum latihan setelah kontrak dengan Tezos berakhir pada Juni 2025. Kini, dengan tiket Liga Champions yang kembali diraih, klub asal Manchester itu berhasil mengubah posisi tawarnya menjadi lebih kuat di meja negosiasi.
Kesepakatan ini datang di tengah perubahan regulasi Liga Primer Inggris yang mulai membatasi iklan perusahaan judi di bagian depan jersey pertandingan mulai musim depan. Dengan demikian, ruang bagi operator taruhan untuk berekspresi di panggung terbesar sepak bola Inggris semakin sempit, dan celah seperti kostum latihan menjadi salah satu jalan keluar yang paling efektif.
Bagi Indonesia, kabar ini memiliki resonansi tersendiri. Industri judi online di Tanah Air memang ilegal, tetapi minat publik terhadap klub-klub Eropa sangat tinggi. Sponsor semacam ini kerap memicu perdebatan di kalangan suporter dan pengamat, terutama soal etika dan dampak sosial. Di sisi lain, kesuksesan MU dalam mengamankan pendanaan besar menunjukkan bahwa klub-klub top tetap mampu memonetisasi basis penggemar global mereka, termasuk dari Asia Tenggara.
Marc Armstrong, Chief Business Officer Manchester United, menyambut baik kemitraan ini. Ia menilai kerja sama tersebut mencerminkan strategi pertumbuhan klub, kekuatan merek global, dan kemampuan untuk menarik mitra-mitra besar yang ingin terhubung dengan basis penggemar yang luas. Pernyataan ini menegaskan bahwa MU tidak hanya berjualan ruang iklan, tetapi juga membangun ekosistem komersial jangka panjang.
Namun, langkah ini tidak lepas dari sorotan. Betway adalah perusahaan taruhan yang selama ini aktif mensponsori klub-klub besar, dan kehadirannya di kostum latihan MU dinilai sebagian pihak sebagai upaya untuk tetap eksis di tengah pembatasan yang semakin ketat. Beberapa pengamat mempertanyakan konsistensi klub yang kerap mengedepankan citra profesional dan keluarga, tetapi tetap menerima uang dari industri yang berpotensi merugikan.
Di sisi lain, kembalinya MU ke Liga Champions memang menjadi katalis utama. Sebelumnya, tanpa kompetisi elite, nilai komersial klub sempat tertekan. Kini, dengan panggung Eropa yang lebih bergengsi, MU mampu menegosiasikan angka yang lebih tinggi. Ini sejalan dengan tren klub-klub besar yang semakin mengandalkan pendapatan non-pertandingan untuk menjaga keseimbangan finansial di tengah aturan Financial Fair Play yang ketat.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah klub-klub lain akan mengikuti jejak MU dengan memanfaatkan celah regulasi serupa. Jika ya, persaingan sponsor kostum latihan bisa menjadi medan baru bagi perusahaan judi untuk tetap terlihat di pentas sepak bola Inggris. Namun, dengan tekanan publik dan regulasi yang terus menguat, arah industri ini masih menjadi tanda tanya besar.



