Pesta 15 Medali di Kejuaraan MMA Asia: PERTACAMI Siap Gebrak Asian Games 2026
Baca dalam 60 detik
- Kontingen Indonesia memuncaki perolehan medali dengan 15 keping, termasuk lima emas, pada GAMMA Asian Championships 2026 di Malaysia.
- Dominasi di kategori senior dan U21 menegaskan kesiapan atlet tarung campuran Tanah Air menghadapi panggung Asian Games Aichi-Nagoya.
- Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi PERTACAMI untuk meningkatkan prestasi dan popularitas MMA di kancah domestik.

Tim mixed martial arts (MMA) amatir Indonesia mempersembahkan 15 medali pada GAMMA Asian Championships 2026 yang berlangsung di Putrajaya, Malaysia, 29 Juliโ2 Agustus. Dengan raihan lima emas, lima perak, dan lima perunggu, kontingen Garuda menempati peringkat keempat klasemen akhir โ sebuah sinyal bahwa regenerasi petarung Tanah Air berjalan di jalur yang tepat.
Ketua Umum PB PERTACAMI, Tommy Paulus Hermawan, menilai pencapaian ini bukan sekadar angka. Ia menyoroti keberanian, disiplin, dan daya saing atlet saat berhadapan dengan lawan-lawan terbaik Asia. "Lebih dari sekadar jumlah medali, kami melihat keberanian, disiplin, dan daya saing yang kuat dari para atlet ketika menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai negara," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).
Prestasi ini terasa istimewa karena diraih di tengah persaingan ketat dari tuan rumah Malaysia, Thailand, dan Filipina yang selama ini menjadi raksasa MMA Asia. Dari sisi distribusi, kontribusi terbesar datang dari kategori U21 dan senior yang menyumbang empat emas, tiga perak, dan empat perunggu. Sementara kategori junior mempersembahkan satu emas, dua perak, dan satu perunggu โ menunjukkan pembinaan usia dini mulai menuai hasil.
Nama-nama seperti Dominic Gabriel Vincentio, Mutiara Pricilia Rori, Delvi Nurfadillah, Yusni Nurhayati Hutasoit, dan Jon Setiawan menjadi penyumbang emas. Adapun medali perak diraih Lukas Oliver Lubis Sedlak, Bumi Magani Abraar Himara, Rangga Dika Mahendra, Novia Pesik, dan Maydelse Sitepu. Sedangkan perunggu melengkapi koleksi lewat Manayra Maritza Hersianti Siagian, Vannezcia Steven Cuthberth, Yosua Pratama Purba, Panca Julian Saputra, dan Dwi Ani Retno Wulan.
Bagi pengamat olahraga, torehan ini bukan kebetulan. Sejak MMA dipertandingkan di SEA Games 2019, Indonesia konsisten melahirkan petarung berbakat. Namun, konsistensi di level Asia baru terlihat belakangan. Menurut analis olahraga kombat, faktor kunci adalah meningkatnya kualitas pelatihan di sasana-sasana daerah serta dukungan KONI yang mulai serius memandang MMA sebagai cabang potensial peraih medali.
Di sisi lain, prestasi ini juga membawa implikasi ekonomi dan industri. Popularitas MMA di Indonesia diprediksi naik, menarik minat sponsor dan investor untuk mendanai atlet serta event lokal. PB PERTACAMI pun diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperluas basis atlet hingga ke luar Jawa, mengingat banyak nama peraih medali berasal dari berbagai daerah.
PERTACAMI menegaskan hasil di Malaysia menjadi bekal berharga menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Target yang lebih tinggi pun mulai dibicarakan, meski belum dirinci secara resmi. Yang jelas, dengan usia mayoritas atlet di bawah 25 tahun, peluang untuk meningkatkan perolehan medali di panggung Asia masih terbuka lebar.
Pertanyaan berikutnya: akankah prestasi ini mampu mengubah wajah MMA Indonesia di mata dunia, atau sekadar kilatan sesaat? Jawabannya akan terlihat pada bagaimana PERTACAMI mengelola pembinaan pasca-kejuaraan dan mempersiapkan regenerasi menuju Asian Games. Jika konsistensi ini dijaga, bukan tidak mungkin Indonesia naik podium lebih tinggi di Aichi-Nagoya.



