Juventus Lepas Adzic ke Sassuolo dengan Klausul Buy-Back Murah
Baca dalam 60 detik
- Vasilije Adzic dipinjamkan ke Sassuolo dengan opsi pembelian โฌ12 juta, namun Juventus menyimpan hak membeli kembali hanya โฌ1,7 juta.
- Kesepakatan ini mencerminkan strategi Juventus dalam mengelola pemain muda dan memenuhi regulasi keuangan bursa saham.
- Karier Adzic di Italia akan dipantau ketat; jika performanya moncer, Juventus bisa membawanya kembali dengan biaya relatif kecil.

Juventus resmi meminjamkan gelandang muda Montenegro, Vasilije Adzic, ke Sassuolo untuk musim 2026-2027. Dalam kesepakatan yang diumumkan pada hari ini, klub asal Turin itu menyertakan opsi pembelian senilai โฌ12 juta, namun tetap memegang klausul pembelian kembali yang hanya โฌ1,7 juta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Juventus dalam memantau perkembangan pemain muda mereka di klub lain.
Adzic, yang baru berusia 20 tahun pada Mei lalu, bergabung dengan Juventus dari Buducnost Podgorica pada musim panas 2024 dengan biaya transfer โฌ7,2 juta plus bonus. Selama membela tim utama Bianconeri, ia mencatatkan 26 penampilan dan mencetak satu gol. Sementara itu, di tim Next Gen, ia tampil impresif dengan empat gol dan dua assist dalam 10 pertandingan.
Kesepakatan ini tidak lepas dari status Juventus sebagai perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa efek. Setiap transaksi harus diumumkan secara transparan, termasuk detail finansial. Dalam pernyataan resminya, Sassuolo membayar โฌ0,5 juta sebagai biaya peminjaman untuk satu musim. Jika Sassuolo ingin mempermanenkan Adzic, mereka harus membayar โฌ12 juta yang dapat dicicil dalam empat kali angsuran, dengan kontrak hingga Juni 2031.
Namun, yang menarik adalah klausul buy-back yang dimiliki Juventus. Mereka dapat mengaktifkan klausul tersebut pada akhir musim ini dengan hanya membayar โฌ1,7 juta. Artinya, jika Adzic tampil gemilang bersama Sassuolo, Juventus bisa membawanya kembali dengan biaya yang jauh lebih murah dibandingkan nilai pasarnya. Ini adalah pola yang sering digunakan klub-klub Eropa untuk mengembangkan pemain muda tanpa kehilangan kendali penuh.
Bagi Indonesia, transfer ini menjadi pengingat bahwa klub-klim Eropa semakin cerdas dalam mengelola aset pemain muda. Pola pinjaman dengan opsi beli dan klausul buy-back bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia, terutama dalam mengirim pemain muda ke liga luar negeri. Dengan regulasi yang jelas dan perlindungan hak, pemain Indonesia pun bisa berkembang tanpa risiko kehilangan aset berharga.
Langkah Juventus ini juga menunjukkan bagaimana klub besar Eropa memanfaatkan regulasi bursa saham untuk menjaga keseimbangan keuangan. Dengan mengumumkan detail transfer secara terbuka, mereka tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga membangun kepercayaan investor. Bagi Adzic, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan menit bermain reguler di klub yang dikenal mengembangkan pemain muda, seperti Sassuolo yang pernah melahirkan bintang-bintang seperti Domenico Berardi.
Pertanyaannya, apakah Adzic akan mampu memanfaatkan peluang ini dan kembali ke Juventus sebagai pemain yang lebih matang? Atau justru Sassuolo yang akan menikmati keuntungan dari investasi mereka? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, strategi ini menguntungkan semua pihak: Juventus melindungi aset, Sassuolo mendapatkan talenta muda, dan Adzic mendapatkan panggung untuk membuktikan kualitasnya.



