Pjanic: Spalletti Hadiah Berharga bagi Alajbegovic di Juventus
Baca dalam 60 detik
- Juventus menggelontorkan โฌ35 juta untuk merekrut bintang muda Bosnia, Kerim Alajbegovic, dari RB Salzburg.
- Miralem Pjanic menilai kehadiran Luciano Spalletti sebagai pelatih akan menjadi faktor kunci perkembangan Alajbegovic.
- Kedatangan Alajbegovic memperkuat lini serang Juventus yang sudah dihuni pemain-pemain berkualitas, sekaligus menambah persaingan ketat di Serie A.

Miralem Pjanic, mantan gelandang Juventus dan timnas Bosnia, memberikan sorotan tajam mengenai prospek rekan senegaranya, Kerim Alajbegovic, yang baru saja bergabung dengan raksasa Serie A tersebut. Dalam wawancara eksklusif dengan La Gazzetta dello Sport, Pjanic menyebut kehadiran pelatih Luciano Spalletti sebagai 'hadiah' bagi pemain muda berusia 18 tahun itu.
Alajbegovic resmi menjadi pemain Juventus dengan nilai transfer mencapai โฌ35 juta termasuk bonus, setelah tampil impresif bersama RB Salzburg di Austria. Pemain yang sempat menarik minat sejumlah klub besar Eropa ini memilih Turin sebagai destinasi kariernya. Ia bergabung dengan lini serang Bianconeri yang sudah dihuni nama-nama seperti Randal Kolo Muani, Kenan Yildiz, Francisco Conceicao, dan Jeremie Boga.
Pjanic, yang juga pernah menempuh jalur serupa pada 2016, menilai Alajbegovic memiliki kematangan di atas usianya. "Dia lebih dewasa dari usianya yang 18 tahun, dan dia punya keluarga yang baik di belakangnya. Saya teman ayahnya dan saya memberi tahu dia pendapat saya tentang Juventus dan peluang lainnya. Pada akhirnya, itu pilihan mereka," ujar Pjanic.
Investasi Juventus untuk Alajbegovic hampir menyamai nilai transfer Paulo Dybala dari Palermo pada 2015 yang mencapai โฌ40 juta. Pjanic pun diminta membandingkan kedua pemain tersebut. "Kami berharap Kerim bisa meniru Paulo. Ini tingkat investasi yang serupa, yang penting adalah apa yang terjadi di lapangan," katanya. "Dybala mencetak banyak gol dan memenangkan banyak hal bersama Juventus. Alajbegovic baru di awal dan harus tetap rendah hati, tapi dia punya potensi untuk berkarier yang sangat gemilang."
Pjanic juga memberikan nasihat kepada Alajbegovic sebelum menyelesaikan transfernya. "Hanya untuk mengikat sepatu, dengarkan Spalletti, dan bersenang-senang," ujarnya. "Seperti yang saya katakan kepada Kerim, Juve adalah keluarga dan akan menyediakan segalanya untukmu. Kamu harus fokus pada apa yang kamu lakukan di lapangan dan meningkatkan dirimu. Akan ada pasang surut, tapi kami dan klub akan mendukungmu melewati masa-masa sulit. Saya juga sempat kesulitan di awal."
Mengenai posisi terbaik Alajbegovic, Pjanic menilai pemain tersebut adalah tipe penyerang yang bisa bermain di berbagai lini depan. "Dia pemain ofensif yang tahu cara berbaur di lini serang. Spalletti akan menemukan cara untuk mengeluarkan yang terbaik darinya. Saya pernah berlatih di bawah Spalletti selama enam bulan di Roma dan dia luar biasa. Bagi pemain muda berbakat seperti Kerim, punya pelatih seperti itu adalah hadiah," ungkap Pjanic.
Pjanic juga optimistis Alajbegovic akan cocok dengan Kenan Yildiz di lini serang. "Mereka berdua 'berbicara' sepak bola. Pemain berkualitas akan menemukan satu sama lain secara alami. Spalletti hebat dan akan mengeluarkan yang terbaik dari semua pemain, seperti yang selalu dia lakukan sepanjang kariernya," tutupnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kedatangan Alajbegovic ke Juventus menjadi sinyal bahwa klub-klub Eropa semakin berani menginvestasikan dana besar untuk pemain muda potensial. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola usia muda di Indonesia, yang kerap kali masih kurang mendapat perhatian serius dari klub-klub profesional. Pertanyaan besarnya, akankah muncul bakat muda Indonesia yang mampu menembus klub sebesar Juventus?



