Juventus Kirim Adzic ke Sassuolo, Cagliari Alihkan Incaran ke Daniel Maldini
Baca dalam 60 detik
- Vasilije Adzic dipinjamkan Juventus ke Sassuolo dengan opsi beli dan klausul pembelian kembali.
- Cagliari yang sempat mengincar Adzic kini beralih ke Daniel Maldini milik Atalanta.
- Langkah ini menunjukkan strategi Juventus dalam mengembangkan talenta muda sambil tetap memegang kendali.

Juventus akhirnya mengambil keputusan tegas untuk masa depan Vasilije Adzic. Gelandang muda Montenegro itu akan menghabiskan musim ini dengan status pinjaman di Sassuolo, lengkap dengan opsi pembelian di akhir musim. Namun, Bianconeri tidak mau kehilangan kendali sepenuhnya—mereka menyertakan klausul pembelian kembali yang memungkinkan sang pemain kembali ke Turin jika performanya moncer.
Keputusan ini bukan sekadar soal memberi menit bermain. Adzic, yang baru menginjak usia 20 tahun pada Mei lalu, dianggap sebagai salah satu prospek cerah di akademi Juventus. Sejak didatangkan dari Buducnost Podgorica dengan nilai transfer €7,2 juta pada musim panas 2024, ia telah menunjukkan perkembangan pesat—dari tim Next Gen hingga menembus skuad utama, dengan catatan satu gol dalam 26 penampilan. Di level internasional, ia juga sudah mengoleksi dua gol dalam enam caps bersama timnas Montenegro.
Bagi Sassuolo, kedatangan Adzic adalah suntikan kualitas di lini tengah. Klub yang kini berkompetisi di Serie B itu tengah membangun skuad muda yang ambisius untuk kembali ke kasta tertinggi. Kehadiran pemain sekelas Adzic diharapkan bisa menjadi pembeda, sekaligus ajang pembuktian bahwa ia layak bersaing di level tertinggi sepak bola Italia.
Di sisi lain, Cagliari yang sebelumnya juga dikaitkan dengan Adzic harus gigit jari. Kehilangan target utama membuat klub asal Sardinia itu bergerak cepat mencari alternatif. Menurut laporan Sportitalia, mereka kini mengarahkan bidikan ke Daniel Maldini, penyerang milik Atalanta. Pemain berusia 24 tahun itu dibeli dari AC Monza seharga €13 juta pada Februari 2025, namun enam bulan terakhir ia menjalani masa pinjaman di Lazio.
Nama Maldini tentu bukan barang asing di sepak bola Italia. Sebagai bagian dari keluarga legendaris, ia membawa nama besar yang melekat di darahnya. Namun, kepindahan ke Cagliari bisa menjadi langkah penting untuk mengukir karier mandiri, jauh dari bayang-bayang nama besar keluarganya. Dengan pengalaman di beberapa klub, ia diharapkan bisa memberikan kontribusi instan bagi lini serang Cagliari yang tengah berjuang di papan tengah Serie A.
Fenomena ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Banyak klub Eropa kini semakin agresif meminjamkan pemain muda ke klub lain demi menit bermain, dengan tetap menyematkan klausul pengaman. Pola ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai serius mengembangkan akademi. Dengan sistem pinjaman yang terstruktur, pemain muda bisa mengasah kemampuan tanpa harus kehilangan ikatan dengan klub induk.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah: apakah Adzic akan mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menembus skuad utama Juventus musim depan? Atau justru Sassuolo yang akan memanfaatkan opsi pembeliannya? Sementara itu, Cagliari berharap Maldini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan gol mereka. Keputusan ini akan menjadi ujian bagi ketajaman mata para pengambil keputusan di masing-masing klub.



