Solheim Cup 2026: Mimi Rhodes dan Leona Maguire Jadi Pilihan Wildcard Eropa, Debutan Meriahkan Skuad
Baca dalam 60 detik
- Kapten Anna Nordqvist memilih Leona Maguire dan tiga rookie untuk memperkuat Eropa di Solheim Cup 2026, meski performa Maguire sedang menurun.
- Keputusan ini menegaskan kepercayaan pada pengalaman match play Maguire yang memiliki rekor impresif di ajang sebelumnya.
- Dengan empat debutan di skuad, Eropa mengusung strategi regenerasi untuk merebut kembali trofi dari Amerika Serikat di Belanda.

Kapten tim Eropa, Anna Nordqvist, akhirnya mengumumkan dua nama wildcard untuk Solheim Cup 2026 yang akan berlangsung di Bernardus, Belanda, pada 11 September mendatang. Leona Maguire dari Irlandia dan Mimi Rhodes dari Inggris resmi melengkapi skuad yang akan berhadapan dengan Amerika Serikat. Keputusan ini menarik karena Maguire tengah dalam performa kurang meyakinkan, sementara Rhodes adalah debutan yang baru setahun menjadi profesional.
Maguire, yang kini berada di peringkat 79 dunia, gagal lolos cut dalam empat dari enam turnamen terakhirnya, termasuk AIG Women's Open pekan lalu. Namun, Nordqvist menilai rekam jejak Maguire di Solheim Cup tidak bisa diabaikan. Pada debutnya lima tahun lalu, ia menyumbang 4,5 poin dari lima pertandingan. Total catatannya di ajang ini adalah delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan dari 12 laga. "Leona telah membuktikan dirinya di Solheim Cup. Dia memiliki passion besar untuk tim Eropa dan rekor berbicaranya sendiri," ujar Nordqvist seperti dikutip BBC Sport.
Keputusan memilih Maguire juga menjadi sinyal bahwa pengalaman match play lebih diutamakan ketimbang performa terkini. Ini sejalan dengan target Eropa untuk merebut kembali trofi yang hilang setelah kalah di Virginia dua tahun lalu. Maguire sendiri menyambut positif panggilan ini. "Saya cinta Solheim Cup. Ini memunculkan permainan terbaik saya dan saya senang menjadi bagian dari tim," katanya. "Saya tidak sabar mewakili Eropa untuk keempat kalinya dan kembali bermain di tanah Eropa."
Di sisi lain, Rhodes, yang berusia 24 tahun, mencatatkan tiga kemenangan di Ladies European Tour (LET) tahun lalu, termasuk sukses membawa Inggris Raya dan Irlandia menjuarai Curtis Cup 2024. Meski performanya musim ini naik-turun, Nordqvist menilai Rhodes memiliki mentalitas petarung. "Sejak menjadi profesional, Mimi telah mengesankan saya dengan penampilannya, memenangkan tiga kali di LET tahun lalu dan bermain di LPGA Tour," jelas Nordqvist. Rhodes sendiri mengaku tidak menyangka terpilih secepat ini. "Terpilih untuk Solheim Cup 2026 melebihi apa pun yang saya bayangkan," ucapnya.
Selain Rhodes, Nordqvist juga memberikan wildcard kepada dua rookie lainnya: Julia Lopez Ramirez dari Spanyol dan Nastasia Nadaud dari Prancis. Lopez Ramirez, yang berusia 23 tahun, sedang menjalani musim debut di LET dan musim kedua di LPGA. Sementara Nadaud, yang memenangkan Andalucia Costa del Sol Open de Espana tahun lalu, berhasil lolos cut di semua lima major pada 2026. Dengan tambahan Lottie Woad yang lolos otomatis, Eropa akan membawa empat debutan ke Belanda. Ini menunjukkan keberanian Nordqvist untuk meremajakan tim, meski tetap mempertahankan pemain berpengalaman seperti Charley Hull, Esther Henseleit, Maja Stark, dan Linn Grant.
Bagi penggemar golf di Indonesia, kabar ini menegaskan bahwa golf putri Eropa sedang dalam fase transisi. Dengan banyaknya wajah baru, persaingan di level tertinggi semakin menarik untuk diikuti. Meski tidak ada pemain Asia Tenggara di skuad, perkembangan ini bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Indonesia yang bercita-cita tampil di ajang sebesar Solheim Cup. Selain itu, keputusan Nordqvist untuk tidak memilih dirinya sendiri, meski masih dianggap layak, menunjukkan sikap objektif seorang kapten yang mengutamakan kepentingan tim.
Tim Amerika Serikat di bawah Angela Stanford akan mengumumkan skuadnya pada 24 Agustus. Dengan komposisi Eropa yang sarat pengalaman dan darah muda, pertarungan di Bernardus diprediksi berlangsung sengit. Pertanyaannya, akankah strategi berani Nordqvist membuahkan hasil, atau justru menjadi bumerang? Jawabannya akan terjawab di fairway Belanda bulan depan.



