Shiho Kuwaki Menaklukkan British Open: Tiket Penuh LPGA Tour dan Target Gelar demi Gelar
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Jepang Shiho Kuwaki memastikan status anggota penuh LPGA Tour musim depan setelah menjuarai Women's British Open edisi ke-50 melalui playoff.
- Kemenangan di Royal Lytham & St Annes melesatkan peringkat dunianya dari 46 ke 16, sekaligus menjadi modal percaya diri untuk bersaing di kancah global.
- Kuwaki bertekad tampil konsisten dan mengoleksi banyak gelar di LPGA Tour tahun depan, dengan fokus pada permainan yang tenang dan manajemen lapangan yang matang.

Shiho Kuwaki, pegolf muda Jepang berusia 23 tahun, mengunci tiket penuh untuk berlaga di LPGA Tour musim depan setelah menjuarai Women's British Open edisi ke-50, Minggu lalu. Kemenangan dramatis melalui playoff di Royal Lytham & St Annes, Inggris, tidak hanya mengangkat namanya ke jajaran elite golf dunia, tetapi juga menjadi titik balik kariernya yang sebelumnya hanya berstatus pemain undangan di tiga major musim lalu.
Kuwaki, yang kini melesat dari peringkat 46 ke 16 dunia, mengaku sempat tertegun saat menonton ulang penampilannya. "Saya baru menyadari betapa seriusnya momen ini dan betapa bergengsinya turnamen yang saya menangkan," ujarnya dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu. Ia menambahkan bahwa dirinya merasa sangat tenang sepanjang turnamen, sebuah kualitas yang jarang dimiliki pegolf seusianya di panggung sebesar itu.
Dominasinya di sirkuit domestik Jepang musim iniโdua gelar dan memimpin klasemen poinโmenjadi fondasi penting. Namun, kemenangan di Inggris membuktikan bahwa Kuwaki mampu tampil di level tertinggi, bahkan di lapangan links yang keras dan penuh jebakan. "Lapangan ini memiliki fairway yang keras, sulit memperkirakan pantulan bola. Cara tee-off bisa menentukan skor," jelasnya. Ia mengandalkan pukulan tee yang stabil, akurasi fairway, dan permainan hijau yang efisien untuk menaklukkan 174 bunker yang tersebar strategis.
Yang menarik, Kuwaki mengaku terinspirasi oleh Nelly Korda, pegolf nomor satu dunia, setelah berlatih bersama selama turnamen. Ia juga berhasil mematahkan kutukan playoff yang sebelumnya selalu membuatnya kalah. "Ini benar-benar meningkatkan kepercayaan diri. Saya tidak ingin kemenangan ini menjadi beban, saya ingin bermain dengan pikiran segar," tegasnya. Gaya bermainnya yang tenang dan penuh perhitungan, serta penampilannya yang khas dengan pakaian dan kuku berwarna-warni, menjadi ciri khas yang membedakannya di antara para pesaing.
Bagi Indonesia, prestasi Kuwaki menjadi pengingat bahwa golf Asia semakin kompetitif. Dengan semakin banyaknya pegolf Asia yang menembus papan atas dunia, persaingan di ajang seperti LPGA Tour akan semakin ketat. Ini juga menjadi pelajaran bagi pegolf Indonesia bahwa konsistensi dan manajemen permainan yang matang adalah kunci untuk bersaing di level internasional, bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik.
Kuwaki, yang berasal dari Okayama, mengaku penampilannya yang ceria bukan sekadar gaya, melainkan ekspresi dirinya. "Senyum itu muncul alami karena saya menikmati berada di posisi bagus di panggung besar," katanya. Ia juga mengagumi Hinako Shibuno, seniornya yang menjuarai turnamen yang sama pada 2019, namun menegaskan bahwa gaya bermainnya adalah miliknya sendiri.
Ke depan, Kuwaki menargetkan untuk terus bersaing di setiap turnamen yang diikutinya. "Saya akan memberikan segalanya di turnamen yang saya bisa ikuti tahun depan. Saya yakin bisa bersaing untuk gelar dan ingin mengumpulkan banyak kemenangan di sana," ujarnya penuh optimisme. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi dan tekanan sebagai juara major? Jika penampilannya di British Open menjadi indikasi, jawabannya mungkin ya.



