Ariana Grande Mundur dari Musikal West End, Pilih Fokus Pulihkan Diri
Baca dalam 60 detik
- Bintang pop Ariana Grande membatalkan debutnya di panggung West End London, musikal 'Sunday in the Park with George', yang dijadwalkan pada 2027.
- Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran penggemar akan kesehatannya, terutama setelah video musik terbarunya memicu spekulasi penurunan berat badan.
- Langkah ini menandai jeda panjang dari sorotan publik, setelah dua tahun lebih ia berkutat dengan promosi film 'Wicked'.

Penyanyi pop dunia Ariana Grande secara mengejutkan mengundurkan diri dari pentas perdana West End London yang dinanti-nantikan. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh pihak produksi musikal 'Sunday in the Park with George' pada Minggu (2/8/2025), dengan alasan sang diva ingin mengambil jeda dari hiruk-pikuk sorotan publik.
Grande, yang kini berusia 33 tahun, sebelumnya dijadwalkan beradu peran dengan lawan mainnya di film 'Wicked', Jonathan Bailey, dalam pementasan musikal karya Stephen Sondheim di Barbican Theatre pada musim panas 2027. Namun, rencana tersebut batal di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi kesehatannya, terutama di media sosial.
Perwakilan Grande menyatakan bahwa pelantun '7 Rings' ini ingin mengambil "istirahat yang memang layak" dari pekerjaan dan penampilan di depan publik setelah tur 'Eternal Sunshine' berakhir di London pada 1 September mendatang. Keputusan ini diambil setelah ia merasa kelelahan dengan jadwal yang padat dan sorotan yang terus-menerus.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun X resmi pertunjukan, para produser mengonfirmasi pengunduran diri Grande tanpa memberikan alasan spesifik. "Kami tahu ini bukan keputusan yang mudah, dan ia melakukannya dengan pengertian serta dukungan penuh dari kami," tulis mereka. "Pertunjukan akan tetap berjalan sesuai rencana, dan pengumuman pemain pengganti akan disampaikan kemudian."
Kekhawatiran penggemar terhadap kesehatan Grande semakin memuncak setelah perilisan video musik untuk single terbarunya, 'Petal', pada Jumat lalu. Dalam video tersebut, penampilan Grande dinilai tampak lebih kurus dari biasanya, memicu spekulasi tentang kondisi fisiknya. Sebelumnya, Grande pernah mengungkapkan bahwa komentar-komentar body shaming sangat berbahaya dan berdampak negatif pada kesehatan mental.
Karier Grande dimulai sejak remaja di Broadway sebelum meroket sebagai penyanyi pop global. Kesuksesannya sebagai Glinda dalam adaptasi film 'Wicked' mengantarnya meraih nominasi Oscar untuk kategori aktris pendukung terbaik. Namun, kesuksesan tersebut juga membawa konsekuensi: selama hampir dua tahun, ia harus menjalani promosi tanpa henti untuk film tersebut beserta sekuelnya, 'Wicked: For Good'.
Menurut pengamat industri hiburan, keputusan Grande untuk mundur ini merupakan langkah yang jarang dilakukan oleh selebritas papan atas, terutama di puncak karier. "Ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di tengah tekanan industri hiburan yang sangat kompetitif," ujar seorang analis budaya pop yang enggan disebutkan namanya. "Langkah ini bisa menjadi preseden bagi artis lain untuk berani mengambil jeda."
Fenomena ini juga relevan bagi industri hiburan Indonesia, di mana tekanan untuk tampil sempurna di media sosial kerap memicu masalah kesehatan mental bagi para selebritas. Kasus Grande menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, ada manusia yang rentan terhadap kritik dan ekspektasi publik. Para penggemar di Indonesia pun ramai memberikan dukungan melalui media sosial, berharap Grande segera pulih dan kembali berkarya.
Meski mundur dari panggung West End, Grande masih memiliki sejumlah proyek yang menanti, termasuk film komedi 'Focker-in-Law' yang dijadwalkan rilis pada November. Pertanyaannya, apakah jeda ini akan menjadi awal dari perubahan arah kariernya, atau sekadar istirahat sejenak sebelum kembali ke sorotan? Yang jelas, keputusan ini mengirim sinyal kuat bahwa kesehatan dan kebahagiaan pribadi lebih berharga daripada kejaran popularitas.



