Ariana Grande Mundur dari Panggung West End demi Jaga Kesehatan Mental
Baca dalam 60 detik
- Ariana Grande mengundurkan diri dari produksi West End 'Sunday in the Park with George' setelah tur dunia berakhir.
- Keputusan ini diambil di tengah sorotan publik yang intens terhadap penampilan fisiknya.
- Langkah ini menandai jeda panjang dari sorotan publik, dengan fokus pada kesehatan dan keseimbangan hidup.

Penyanyi dan aktris Ariana Grande memutuskan untuk menarik diri dari sorotan publik setelah menyelesaikan tur dunia 'Eternal Sunshine' di London pada 1 September mendatang. Keputusan ini juga berdampak pada pembatalan keterlibatannya dalam produksi teater West End 'Sunday in the Park with George' yang dijadwalkan dibuka musim panas 2027 di Barbican Centre, London.
Kabar ini dikonfirmasi oleh juru bicara Grande kepada media People, yang menyatakan bahwa pelantun '7 Rings' itu akan mengambil jeda dari pekerjaan publik setelah tur berakhir. "Dia ingin menyelesaikan tur dengan catatan positif, sehat, dan bahagia, lalu mengambil istirahat yang layak dari sorotan publik yang tiada henti," ujar sang juru bicara. Tekanan publik yang terus-menerus terhadap penampilan fisiknya disebut sebagai salah satu alasan utama di balik keputusan ini.
Grande, yang baru berusia 33 tahun, sebelumnya dijadwalkan untuk beradu peran dengan lawan mainnya di film 'Wicked', Jonathan Bailey, dalam revival musikal karya Stephen Sondheim tersebut. Namun, produksi yang digarap Empire Street Productions itu kini harus mencari pengganti. Dalam pernyataannya, pihak produksi menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Grande dan menegaskan bahwa jadwal pertunjukan tetap berjalan sesuai rencana.
Keputusan ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi mereka yang mengikuti perjalanan karier Grande. Sejak merilis album 'Eternal Sunshine' pada 2024, ia kerap menanggapi kritik terhadap tubuhnya, bahkan melalui lirik lagu 'Yes, And?' yang menegaskan, "Jangan komentari tubuhku, jangan balas." Pada Januari lalu, ia juga mengakui dalam wawancara dengan Vogue Japan bahwa ia membutuhkan jeda untuk menjaga kesehatannya. "Saya tidak terbiasa beristirahat, tetapi saya tumbuh banyak ketika mengambil jarak dari musik selama syuting Wicked," katanya.
Fenomena ini mencerminkan tekanan yang dihadapi selebritas global, termasuk di Indonesia, di mana budaya komentar terhadap penampilan fisik masih marak. Bagi penggemar di Tanah Air, keputusan Grande menjadi pengingat bahwa kesehatan mental artis sama pentingnya dengan karier mereka. Industri hiburan Indonesia pun mulai bergerak serupa, dengan semakin banyak figur publik yang berani berbicara tentang pentingnya batasan dan istirahat.
Juru bicara Grande juga menambahkan bahwa tur ini merupakan pengalaman yang indah baginya, dan ia sangat mencintai para penggemarnya. Namun, tuntutan fisik yang tinggi dari pertunjukan yang atletis membuatnya perlu mengambil jeda. "Dia tampil sehat dan sukses di level tinggi setiap malam," kata sumber yang dekat dengan penyanyi tersebut.
Langkah Grande ini sejalan dengan tren global di mana banyak musisi besar mulai memprioritaskan kesejahteraan pribadi di atas tuntutan industri. Beberapa tahun terakhir, nama-nama seperti Shawn Mendes dan Selena Gomez juga pernah mengambil jeda serupa karena alasan kesehatan mental. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan industri hiburan yang kejam mulai mendapat perlawanan dari para artisnya sendiri.
Ke depan, publik akan menantikan apakah jeda ini akan menghasilkan karya-karya baru yang lebih bermakna dari Grande, atau justru menjadi awal dari pensiun dini. Satu hal yang pasti, keputusan ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang perlunya ruang aman bagi para selebritas untuk tumbuh tanpa bayang-bayang penilaian publik yang berlebihan.



