Chelsea Ganyang Palace, Boyong Lacroix dengan Harga Rp1,1 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memastikan transfer bek tengah Maxence Lacroix dari Crystal Palace dengan nilai £52 juta dan kontrak delapan tahun.
- Pemain Prancis 26 tahun itu dianggap sebagai salah satu bek paling dominan di Eropa, membawa pengalaman juara Conference League.
- Investasi besar ini menunjukkan ambisi Chelsea membangun skuat jangka panjang, sekaligus memperkuat lini pertahanan yang kerap bocor.

Chelsea resmi mendatangkan bek tengah asal Prancis, Maxence Lacroix, dari Crystal Palace dengan mahar mencapai £52 juta (setara Rp1,1 triliun) dan kontrak hingga 2032, demikian pernyataan resmi klub London Barat itu, Kamis (30/7).
Langkah ini menjadi yang terbaru dari rentetan belanja besar Chelsea di era kepemilikan Todd Boehly. Lacroix, 26 tahun, dinilai klub sebagai salah satu bek tengah paling dominan di Eropa, dengan kecepatan dan kemampuan udara yang mumpuni.
Sebelumnya, Lacroix bersinar bersama Crystal Palace musim lalu dengan 55 penampilan di semua kompetisi, mencetak tiga gol dan tiga assist, serta mengantarkan Palace menjuarai UEFA Conference League. Ia juga tampil tiga kali untuk Prancis di Piala Dunia 2026 yang lalu, meski Les Bleus hanya finis keempat.
Lacroix memulai karier di akademi Sochaux, tampil 28 kali di tim utama, sebelum pindah ke VfL Wolfsburg pada 2020. Palace merekrutnya dari Wolfsburg pada 2024 seharga £18 juta, dan dalam dua musim ia mencatat 98 penampilan di sepak bola Inggris.
Dalam pernyataan resmi, Chelsea menyebut Lacroix sebagai "salah satu bek tengah paling cepat dan terbaik dalam duel udara di Premier League." Klub juga memuji reputasinya sebagai pemain yang tenang dan disiplin di lapangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, transfer ini kembali mengonfirmasi daya tarik Premier League sebagai liga dengan daya beli tertinggi. Nilai transfer Lacroix yang melonjak hampir tiga kali lipat dari harga beli Palace menunjukkan inflasi harga pemain di Inggris, sesuatu yang jarang terjadi di Liga Indonesia. Namun, hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Tanah Air tentang pentingnya investasi pada pemain muda berbakat.
Dengan kedalaman skuat yang kian padat, tantangan bagi pelatih Enzo Maresca adalah memaksimalkan potensi Lacroix di tengah persaingan ketat. Akankah ia menjadi pilar baru di lini belakang Chelsea, atau hanya bagian dari strategi bisnis klub? Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi rekruitmen ini.



