John Stones Resmi ke Inter Milan: Bek Inggris Itu Tiba di Kota Mode untuk Tes Medis
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah asal Inggris, John Stones, telah mendarat di Milan dan akan menjalani tes medis bersama Inter Milan, menandai kepindahannya dari Manchester City secara gratis.
- Kontrak berdurasi dua tahun menanti Stones di Giuseppe Meazza, memperkuat lini pertahanan Nerazzurri yang tengah bersiap mempertahankan scudetto.
- Kedatangan Stones menjadi angin segar bagi Serie A, sekaligus menunjukkan daya tarik kompetisi Italia bagi pemain bintang yang habis kontrak.

John Stones akhirnya menginjakkan kaki di Milan. Bek tengah asal Inggris itu tiba di Bandara Malpensa pada Kamis pagi waktu setempat, siap menjalani rangkaian tes medis sebelum resmi berseragam Inter Milan. Kedatangannya disambut antusias oleh awak media dan sejumlah suporter yang sudah menanti di luar terminal.
โSaya sangat antusias berada di sini,โ ujar Stones singkat kepada wartawan, seperti dikutip dari video yang beredar di media sosial. Pernyataan singkat itu cukup menjadi penegas bahwa proses transfer pemain berusia 32 tahun ini sudah memasuki babak akhir. Stones diperkirakan akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan, setelah sebelumnya dilepas Manchester City secara gratis pada akhir kontraknya, Juni lalu.
Kepindahan ini menjadi salah satu kejutan di bursa transfer musim panas 2026. Stones, yang sempat menjadi pilar di lini belakang The Citizens selama delapan musim, memilih petualangan baru di Italia. Ia juga baru saja tampil bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pengalaman internasionalnya diharapkan menjadi aset berharga bagi Inter yang musim depan akan tampil di Liga Champions.
Bagi Inter, kedatangan Stones bukan sekadar tambahan pemain. Ia merupakan profil bek tengah modern yang piawai membangun serangan dari belakang, kemampuan yang sangat dihargai dalam skema Simone Inzaghi. Kehadirannya juga memberikan kedalaman skuad yang krusial, mengingat jadwal padat yang menanti di Serie A, Coppa Italia, dan kompetisi Eropa. Manajemen Inter tampaknya belajar dari musim lalu ketika cedera beberapa pemain belakang sempat mengganggu konsistensi tim.
Dari sisi bisnis, transfer ini juga menarik. Stones datang tanpa biaya transfer, sehingga Inter hanya perlu mengeluarkan gaji dan bonus. Ini sejalan dengan kebijakan klub yang mulai berhemat namun tetap ingin bersaing di level tertinggi. Di sisi lain, Stones mendapatkan tantangan baru di liga yang terkenal dengan taktik defensif ketatnya. Ia harus beradaptasi dengan budaya sepak bola Italia yang berbeda dengan Premier League.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kepindahan Stones ke Serie A menambah daftar pemain bintang yang meramaikan kompetisi Italia. Liga yang pernah menjadi kiblat sepak bola dunia ini kembali menunjukkan daya tariknya, terutama setelah beberapa musim terakhir diwarnai kepergian pemain top ke Liga Inggris atau Arab Saudi. Kehadiran Stones bisa menjadi magnet bagi penonton Indonesia yang selama ini lebih akrab dengan Premier League.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Inzaghi akan merotasi lini belakangnya. Dengan adanya Alessandro Bastoni, Francesco Acerbi, dan kini Stones, persaingan untuk tempat inti di posisi bek tengah akan semakin ketat. Apakah Stones akan langsung menjadi starter, atau justru menjadi opsi rotasi di kompetisi yang berbeda? Jawabannya akan mulai terlihat setelah ia resmi diperkenalkan dan menjalani latihan perdana bersama rekan-rekan barunya.



