Liverpool Membidik Barcola, Carragher Ingatkan soal Keseimbangan Skuad
Baca dalam 60 detik
- Liverpool siapkan tawaran awal £100 juta untuk mendatangkan Bradley Barcola dari PSG.
- Jamie Carragher mengkritik prioritas transfer karena Barcola natural di sayap kiri, bukan kanan.
- Perbedaan nilai taksir antara Liverpool dan PSG menjadi kendala utama meski pemain tertarik pindah.

Liverpool dikabarkan serius mendatangkan penyerang PSG, Bradley Barcola, pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Merseyside itu disebut-sebut siap menggelontorkan dana hingga £100 juta untuk pemain timnas Prancis berusia 23 tahun tersebut. Namun, mantan kapten Liverpool Jamie Carragher justru angkat bicara soal prioritas perekrutan yang dinilai kurang tepat.
Menurut laporan yang beredar, The Reds telah menjadikan Barcola sebagai target utama di lini depan setelah Mohamed Salah mulai memasuki usia senja. Kontribusi Salah—257 gol dan 123 asis dalam delapan musim—membuat kepergiannya kelak akan meninggalkan lubang besar. Alih-alih mencari pengganti serupa, tim rekrutmen Liverpool lebih memilih merekrut talenta muda potensial seperti Barcola yang dinilai memiliki masa depan cerah.
Barcola, yang bergabung dengan PSG dari Lyon pada 2023, berkembang pesat di bawah asuhan Luis Enrique. Ia dikenal memiliki kecepatan eksplosif, kemampuan satu lawan satu yang memukau, dan kecerdasan bergerak tanpa bola. Selain itu, etos kerjanya di lapangan juga meningkat—tekanan agresif dan lari penetrasi ke belakang menjadi ciri khas permainannya. Gaya ini diyakini cocok dengan filosofi sepak bola intens ala Andoni Iraola yang diusung Liverpool musim depan.
Namun, masalah muncul dari sisi finansial. PSG menilai Barcola setidaknya £145 juta, sementara Liverpool hanya bersedia di angka £100 juta. Perbedaan £45 juta menjadi ganjalan terbesar. Kabar positifnya, Barcola dikabarkan tertarik hijrah ke Premier League dan tidak berniat memperpanjang kontrak di Parc des Princes. Situasi ini membuat Liverpool optimistis negosiasi bisa membuahkan hasil.
Jamie Carragher, yang kini menjadi analis Sky Sports, justru meragukan langkah tersebut. Menurutnya, Liverpool sudah memiliki banyak pemain sayap kiri, sementara posisi sayap kanan—tempat Salah beraksi—justru minim opsi. "Barcola adalah pemain sayap kiri. Kebutuhan terbesar Liverpool saat ini adalah menggantikan Mo Salah, seorang pemain sayap kanan," ujar Carragher. Ia menambahkan bahwa setidaknya ada empat pemain Liverpool yang nyaman bermain di sisi kiri, sehingga rekrutan baru seharusnya difokuskan ke sisi kanan.
Pandangan Carragher membuka diskusi menarik tentang strategi perekrutan Liverpool. Meski Barcola bisa dimainkan di beberapa posisi di lini depan, kecenderungan naturalnya tetap di kiri. Pelatih Iraola mungkin akan menggunakan kecepatannya untuk menyerang bek lawan secara langsung, namun keseimbangan skuad tetap harus dipertimbangkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pelajaran tentang pentingnya perencanaan skuad jangka panjang. Klub-klub Indonesia, meski dengan skala anggaran berbeda, juga dihadapkan pada dilemma serupa: merekrut pemain bintang yang mungkin tidak sesuai kebutuhan posisi, atau menunggu opsi yang lebih tepat. Keputusan Liverpool dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana klub besar menyeimbangkan ambisi dengan kebutuhan taktis.
Ke depannya, jika Liverpool tetap ngotot merekrut Barcola, mereka harus siap menghadapi kritik soal keseimbangan tim. Sebaliknya, jika beralih ke target lain, hal itu menunjukkan bahwa masukan dari legenda klub seperti Carragher masih didengar. Pertanyaan besarnya: akankah PSG melunakkan sikap atau Liverpool yang harus menaikkan tawaran?



