36 Tahun Bebas Alkohol, Elton John: Saya Bersyukur Setiap Hari
Baca dalam 60 detik
- Legenda musik Sir Elton John genap 36 tahun menjalani hidup tanpa alkohol, sebuah pencapaian yang ia rayakan dengan unggahan penuh syukur.
- Pelantun 'Rocket Man' itu mengaku bahwa tanpa bantuan yang ia cari tiga dekade lalu, ia mungkin sudah tiada.
- Kisah pemulihan Elton John menjadi pengingat kuat bahwa kecanduan bisa diatasi, bahkan bagi mereka yang berada di puncak ketenaran.

Sir Elton John, musisi legendaris berusia 79 tahun, genap 36 tahun menjalani hidup tanpa alkohol. Pada momen yang jatuh baru-baru ini, ia menuangkan rasa syukur mendalam melalui unggahan di media sosial yang menyentuh hati para penggemarnya.
Dalam sebuah foto yang diunggah di Instagram, Elton tampak duduk di luar ruangan sambil memegang segelas minuman non-alkohol buatannya sendiri, Elton John Zero Blanc de Blancs. Senyum lebarnya tak terbendung. “36 tahun bebas alkohol hari ini. Mengangkat gelas 0% untuk kehidupan. Bersyukur untuk setiap hari,” tulisnya sebagai keterangan. Unggahan itu pun disertai lagu ikoniknya, I’m Still Standing (1983), seolah menegaskan bahwa ia memang masih berdiri tegak.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Enam tahun lalu, saat merayakan 30 tahun masa pemulihan, Elton mengaku terus terang bahwa dirinya “sudah mati” jika tidak memutuskan mencari pertolongan. “Kalau saya tidak mengambil langkah besar untuk meminta bantuan 30 tahun lalu, saya pasti sudah mati,” tulisnya kala itu. Ia menyebut dirinya sebagai pria yang sangat diberkati, berkat dukungan suami David Furnish, kedua putranya Zachary (15) dan Elijah (13), serta komunitas pendukungnya.
Perjalanan menuju pemulihan tidak mudah. Pada 1990-an, Elton mengambil cuti setahun penuh dari industri musik untuk fokus memulihkan diri. Ia sempat khawatir tak akan bisa menjadi artis yang sama setelah sadar. Dalam wawancara dengan Variety, ia mengungkapkan bahwa dirinya berada di titik terendah dalam hidup—penuh benci pada diri sendiri dan diliputi rasa malu. “Yang saya inginkan hanyalah sembuh. Saya mengerahkan seluruh energi yang tersisa untuk pemulihan,” kenangnya.
Pertunjukan pertamanya setelah menjalani rehabilitasi menjadi momen mendebarkan. “Saya ketakutan, tapi berhasil melewatinya. Itu satu-satunya kali saya naik panggung tahun itu, tanpa band. Dalam retrospeksi, saya senang langsung masuk ke ujian berat. Pertunjukan itu memberi saya kepercayaan diri bahwa saya masih bisa tampil dalam keadaan sadar,” ujarnya.
Kisah Elton John menjadi cermin bagi banyak orang, termasuk di Indonesia, di mana stigma terhadap kecanduan dan masalah kesehatan mental masih kuat. Perjuangannya menunjukkan bahwa ketenaran dan kekayaan bukanlah tameng dari jeratan adiksi. Di Tanah Air, beberapa figur publik juga mulai terbuka mengenai perjuangan serupa, mendorong diskusi yang lebih sehat tentang pemulihan. Keberanian Elton untuk meminta bantuan dan berbagi kisahnya menjadi inspirasi bahwa titik terendah bisa menjadi awal kebangkitan.
Dengan 36 tahun kebersihan, Elton John membuktikan bahwa konsistensi dalam pemulihan adalah mungkin. Pertanyaannya, akankah kisahnya mendorong lebih banyak selebriti Indonesia untuk angkat bicara dan membantu mematahkan tabu seputar kecanduan? Yang jelas, setiap hari yang ia jalani tanpa alkohol adalah kemenangan—dan ia tak lupa merayakannya.



