Cardi B Akui Lakukan Operasi Reduksi Pantat: 'Saya Gadis Kecil'
Baca dalam 60 detik
- Cardi B menjalani operasi reduksi implan pantat pada Januari 2024 untuk menyesuaikan ukuran dengan tubuhnya yang mungil.
- Rapper tersebut menegaskan ia tidak memilih sedot lemak karena risiko kulit kendur, melainkan harus melalui prosedur pemotongan.
- Ia juga menyerukan agar penggemar tidak kelaparan demi menurunkan berat badan, sambil membagikan pola makan sehat yang ia terapkan.

Rapper Cardi B, yang dikenal dengan lagu "WAP" dan "I Like It", secara terang-terangan mengakui bahwa ia telah menjalani operasi untuk mengurangi ukuran pantatnya, yang sebelumnya dibentuk melalui suntikan biopolymer. Pengakuan ini disampaikan dalam sesi Instagram Live baru-baru ini, mengejutkan para penggemar yang selama ini mengira bentuk tubuhnya adalah hasil alami.
Wanita berusia 33 tahun itu mengungkapkan bahwa ia melakukan operasi pada Januari 2024. Keputusan ini diambil karena tubuhnya yang hanya setinggi 5 kaki 3 inci membuat proporsi implan sebelumnya terasa tidak seimbang. "Berita kilat, aku sudah mengurangi ukuran pantatku," ujar Cardi dalam siaran langsung tersebut, menanggapi komentar warganet yang terus mendorongnya untuk melakukan reduksi.
Namun, proses reduksi ini tidak sesederhana sedot lemak biasa. Cardi menjelaskan bahwa kulitnya cenderung longgar, sehingga sedot lemak justru berisiko membuat pantatnya kendur dan tidak berbentuk. "Kalau aku sedot lemak, itu cara mudah, tapi pantatku bisa melorot. Jadi aku harus memotongnya. Dan aku tidak akan memotong diriku sendiri. Aku tidak mau duduk diam selama empat bulan," katanya. Ia memilih operasi yang lebih invasif namun memberikan hasil permanen tanpa mengubah aktivitasnya sehari-hari.
Rapper kelahiran New York ini juga menyentuh isu body shaming yang sering ia terima. Ia menantang para pembenci yang terus mengomentari penampilannya. "Kalian sudah melihat tubuhku selama bertahun-tahun. Sekarang tiba-tiba bilang 'kamu terlihat super kencang'. Ya, berhentilah membenci. Aku akan memberitahu apa yang aku lakukan untuk terlihat kencang," tegasnya. Ia kemudian membagikan kebiasaan makannya: ayam panggang, salmon panggang, dan minuman berserat tinggi. Ia menekankan bahwa penampilannya saat ini bukan semata-mata hasil operasi, melainkan kombinasi dengan pola hidup sehat.
Cardi B mengingatkan penggemar untuk tidak melakukan diet ekstrem. "Jangan sampai kalian kelaparan. Itu tidak sehat," pesannya. Ia menyebut perubahan penampilannya juga didukung oleh konsumsi makanan bergizi dan hidrasi yang cukup. Pernyataan ini sekaligus mengkritik budaya diet ketat yang kerap merugikan kesehatan, terutama di kalangan selebriti.
Pengakuan Cardi B menjadi sorotan karena semakin banyak artis yang terbuka tentang prosedur kosmetik yang mereka jalani. Di tengah tren body positivity, kejujuran seperti ini dianggap langkah positif untuk mengurangi stigma seputar operasi plastik. Namun, para ahli mengingatkan bahwa prosedur seperti biopolymer injection memiliki risiko jangka panjang, termasuk infeksi dan migrasi bahan. Cardi B sendiri tampaknya lega setelah menjalani reduksi dan mengatakan ia kini merasa nyaman dengan kulitnya sendiri.
Ke depannya, publik mungkin akan lebih kritis terhadap standar kecantikan yang tidak realistis. Pertanyaannya, mungkinkah keterbukaan Cardi B ini menginspirasi lebih banyak selebriti untuk berbicara jujur tentang tubuh mereka? Atau justru akan memicu lonjakan permintaan operasi serupa di kalangan penggemar? Yang jelas, Cardi B telah membuktikan bahwa keputusan atas tubuh ada di tangan sendiri, selama didasari oleh pertimbangan kesehatan dan kenyamanan pribadi.



