Tom Selleck Rela Gaji Dipotong 25 Persen Demi Menyelamatkan Blue Bloods
Baca dalam 60 detik
- Tom Selleck dan para pemain Blue Bloods setuju memotong gaji seperempatnya untuk mencegah pembatalan serial tersebut.
- Meski rating tinggi dan berada di peringkat enam dari 100 acara televisi, CBS tetap menghentikan tayangan drama polisi ini.
- Selleck mengaku kecewa karena seluruh kru dan pemain ingin melanjutkan, namun keputusan stasiun TV sudah final.

Tom Selleck, aktor berusia 81 tahun yang memerankan Komisaris Polisi New York Frank Reagan dalam serial Blue Bloods, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya rela menerima pemotongan gaji hingga 25 persen demi menjaga serial tersebut tetap tayang. Namun, meskipun pengorbanan finansial itu dilakukan, CBS tetap memutuskan untuk mengakhiri drama polisi yang telah tayang sejak 2010 itu pada tahun 2024.
Dalam wawancara di podcast Where Everybody Knows Your Name, Selleck menceritakan bahwa pada tahun terakhir syuting, saat makan malam keluarga besar para pemain, semua pihak menyatakan keinginan untuk kembali. “Kenyataannya, di tahun terakhir Blue Bloods, saat jamuan keluarga terakhir, semua orang ingin kembali. Kami sudah mengambil potongan gaji 25 persen,” ujarnya. Menurut Selleck, soliditas para pemain menjadi langka di industri televisi. “Tak seorang pun ingin pergi. Semua akan tetap bertahan. Itu mungkin rekor—mempertahankan pemain yang sama selama bertahun-tahun.”
Keputusan CBS menghentikan Blue Bloods terasa kontradiktif dengan popularitasnya. Selleck menyebutkan bahwa di tahun ke-15 penayangannya, serial itu menempati peringkat keenam dari 100 acara televisi teratas di AS. “Di antara seratus acara televisi yang ditayangkan, Blue Bloods berada di nomor enam di tahun ke-15 kami,” katanya. Angka ini menunjukkan bahwa rating masih kuat, namun faktor lain seperti biaya produksi, strategi konten, atau pergeseran selera penonton mungkin menjadi pertimbangan CBS.
Di Indonesia, fenomena pemotongan gaji demi kelangsungan acara jarang terjadi. Industri televisi lokal lebih kerap menghadapi situasi di mana acara dihapus karena peringkat rendah atau kontrak bintang tamu yang tidak diperpanjang. Kasus Blue Bloods menjadi contoh bagaimana dedikasi para pemain terhadap suatu proyek bisa melampaui kepentingan finansial. Tayangan ini sendiri memiliki basis penggemar di Indonesia melalui platform streaming, meski tidak pernah ditayangkan di stasiun TV nasional.
Selleck juga menyempatkan diri mengenang masa-masanya bermain dalam sitkom legendaris Friends. Ia tampil sebagai Dr. Richard Burke, kekasih Monica Geller, dalam sepuluh episode antara 1996 dan 2000. “Orang-orang sering bicara soal peranku di Friends. Itu pengalaman yang indah, sesuatu yang tidak kuduga,” katanya kepada majalah Parade. Awalnya Selleck hanya dijadwalkan tampil tiga episode, namun karena permintaan penggemar dan produser, akhirnya menjadi sepuluh. Ia mengaku tertarik kembali bermain komedi, namun dengan tipe yang tepat—seperti Friends atau film Three Men and a Baby yang bisa membuat penonton tertawa sekaligus terharu.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah apakah CBS akan menghidupkan kembali Blue Bloods di masa mendatang, mengingat tren reboot serial populer yang kian marak. Atau justru Selleck akan menuai tawaran baru dari platform streaming? Yang pasti, dedikasi para pemain Blue Bloods telah meninggalkan jejak tersendiri dalam sejarah televisi.



