Dane Bowers Tolak Tulis Autobiografi, Khawatir Buka Aib Mantan Pacar
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi era 90-an Dane Bowers memutuskan tidak akan menulis buku autobiografi karena enggan mengungkap nama-nama perempuan terkenal yang pernah menjalin asmara dengannya.
- Keputusan ini menunjukkan dilema antara popularitas dan privasi yang dihadapi figur publik, terutama ketika sensualitas menjadi komoditas.
- Sikap Bowers dapat menjadi contoh bagi selebriti lain yang ragu mengeksploitasi hubungan masa lalu demi keuntungan komersial.

Penyanyi asal Inggris Dane Bowers memilih tidak menulis autobiografi meski kisah asmaranya dengan sejumlah perempuan terkenal diyakini akan laris di pasaran. Vokalis grup R&B Another Level itu mengaku tidak ingin membuka aib masa lalu yang justru menjadi daya tarik utama bagi pembaca.
Bowers, 46 tahun, mencapai puncak popularitas pada akhir 1990-an bersama Another Level lewat lagu-lagu seperti Be Alone No More, Guess I Was a Fool, dan Freak Me—sebuah daur ulang kontroversial lagu Silk yang sukses menempati posisi pertama tangga lagu Inggris. Ia kemudian bersolo karier dan sempat berkolaborasi dengan Victoria Beckham serta grup garasi True Steppers dalam single Out of Your Mind pada 2000.
Popularitas itu membawanya ke hubungan asmara yang tak kalah gemerlap. Bowers diketahui menjalin hubungan dengan model glamor Katie Price antara 1998 dan 2000, lalu sempat berpacaran dengan saingan Price, Jodie Marsh. Ia juga memiliki hubungan on-off dengan mantan kontestan Love Island Laura Anderson yang berakhir pada Agustus 2022.
Meski sadar bahwa buku tentang hidupnya akan menarik minat publik, Bowers menolak menulisnya. Dalam wawancara dengan ContactMusic.com, ia mengungkapkan, “Saya tidak akan menulisnya karena hal-hal yang menarik justru adalah hal-hal yang tidak ingin saya bicarakan.” Ketika ditanya apakah ia akan membeberkan daftar perempuan terkenal yang pernah ia kencani, ia menjawab, “Tepat sekali! Hal-hal yang tidak bisa saya bicarakan!”
Penolakan ini menyoroti tren di industri hiburan di mana permintaan akan konten sensasional sering berbenturan dengan privasi pribadi. Di Indonesia, fenomena serupa juga muncul—beberapa selebriti memilih membuka kehidupan pribadi dalam buku biografi demi popularitas, sementara yang lain justru menghindari sorotan. Keputusan Bowers mengingatkan bahwa garis antara keterbukaan dan eksploitasi pribadi bisa sangat tipis, terutama di era digital yang haus gosip.
“Zaman dulu saya harus bernegosiasi dengan hubungan di tengah semua sorotan itu. Itu jelas terlalu berat dihadapi, terutama bagi saya. Sekarang, saya tidak akan sanggup melakukan itu.”
Bowers, yang berbicara mewakili Zingo Bingo, justru bersedia tampil dalam dokumenter Katie Price: Nothing To Hide untuk membahas hubungan mereka. Ia mengaku kesempatan itu membuatnya merenungkan masa lalunya. “Wawancara itu soal bagaimana rasanya menjalin hubungan seperti itu di masa lalu. Ingatan saya buruk sekali, jadi saya tidak banyak ingat. Tapi itu besar. Saya berusaha menjalani hubungan sementara semua itu ada di depan mata,” ujarnya.
Keengganan Bowers untuk menulis autobiografi menimbulkan pertanyaan: apakah sikap ini akan diikuti selebriti lain yang merasa tidak perlu mengeksploitasi masa lalu demi uang dan popularitas? Atau justru sebaliknya, pasar akan terus mendorong mereka untuk buka-bukaan? Yang jelas, Bowers telah memilih jalannya sendiri: mempertahankan privasi, meski harus mengorbankan potensi keuntungan finansial.



