Michael J. Fox Terima Bob Hope Humanitarian Award di Emmy ke-78, sebagai Penghargaan atas Perjuangan Melawan Parkinson
Baca dalam 60 detik
- Michael J. Fox dianugerahi Bob Hope Humanitarian Award dalam ajang Emmy ke-78 berkat dedikasinya mendanai riset Parkinson lewat yayasannya.
- Yayasan yang didirikannya pada 2000 telah menjadi penyandang dana nonprofit terbesar di dunia untuk penelitian Parkinson, dengan total investasi lebih dari US$3 miliar.
- Penghargaan langka ini sebelumnya hanya diberikan enam kali, menempatkan Fox sejajar dengan tokoh seperti Oprah Winfrey dan George Clooney.

Bintang Back to the Future, Michael J. Fox, akan menerima penghargaan kemanusiaan tertinggi di industri televisi—Bob Hope Humanitarian Award—pada perhelatan Emmy ke-78 bulan depan. Penghargaan ini diberikan atas kerja kerasnya dalam meningkatkan kesadaran dan pendanaan riset penyakit Parkinson melalui yayasan yang ia dirikan. Bagi publik Indonesia, perjuangan Fox menjadi inspirasi bagi para pejuang penyakit degeneratif di Tanah Air yang kerap menghadapi keterbatasan akses riset dan pengobatan.
Television Academy mengumumkan bahwa Fox akan mendapatkan penghargaan tersebut dalam siaran langsung Emmy yang dijadwalkan pada 14 September 2026. Bob Hope Humanitarian Award merupakan penghormatan yang jarang diberikan—sejak pertama kali diciptakan pada 2002, hanya tujuh individu (termasuk Fox) yang pernah menerimanya. Daftar penerima sebelumnya meliputi Oprah Winfrey, George Clooney, Sean Penn, serta Ted Danson dan Mary Steenburgen yang menerima bersama pada 2025.
Fox didiagnosis mengidap Parkinson pada 1991, tetapi baru mengumumkannya secara publik pada 1998. Dua tahun kemudian, ia mendirikan The Michael J. Fox Foundation for Parkinson’s Research, yang kini menjadi organisasi nonprofit terbesar di dunia yang mendanai riset Parkinson. Yayasan ini telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar dalam program penelitian, mencakup percepatan penemuan ilmiah, pengembangan terapi baru, dan upaya menemukan obat.
Ketua Television Academy, Cris Abrego, memuji Fox sebagai salah satu penghibur paling dicintai dan abadi di televisi. "Karyanya telah meninggalkan jejak mendalam pada banyak generasi. Akademi bangga menghormati kepemimpinannya dalam memajukan riset Parkinson, mengubah kesadaran publik, dan menginspirasi dukungan global melalui yayasan yang didirikannya," ujar Abrego dalam pernyataan resmi, menggambarkan Fox sebagai simbol kasih sayang, keberanian, dan pengabdian.
Penghargaan ini menambah panjang daftar pencapaian Fox yang telah mengoleksi lima Emmy Awards, empat Golden Globe, dua Screen Actors Guild Awards, satu Grammy, dan satu Oscar kehormatan. Pada 2025, ia juga dianugerahi Presidential Medal of Freedom—penghargaan sipil tertinggi AS—dari Presiden Joe Biden. Tak hanya itu, dokumenter tentang hidupnya, Still: A Michael J. Fox Movie, memenangkan empat Emmy dan turut memperkuat pesan harapan bagi para penyandang Parkinson di seluruh dunia.
Bagi Indonesia, kisah Fox menyoroti pentingnya dukungan bagi riset penyakit degeneratif yang sering luput dari perhatian. Meski prevalensi Parkinson di Indonesia belum terpetakan secara pasti, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah pasien Parkinson global akan meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Model penggalangan dana dan advokasi yang dijalankan Fox bisa menjadi referensi bagi gerakan serupa di Tanah Air, terutama dalam membangun kemitraan publik-swasta untuk riset medis.
Ke depan, dengan momentum penghargaan ini, Fox diharapkan terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan obat Parkinson. Pertanyaannya: akankah kesadaran global yang ditimbulkan Fox mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan alokasi riset penyakit neurodegeneratif?



