Pisah Ranjang, Tetap Akrab: Danny DeVito dan Rhea Perlman Buktikan Cinta Tak Harus Serumah
Baca dalam 60 detik
- Aktor Danny DeVito dan Rhea Perlman mempertahankan hubungan harmonis meski berpisah sejak 2017, dengan rutin menghabiskan waktu bersama cucu.
- Pasangan yang menikah pada 1982 ini mengaku masih saling mendukung dan menjadi satu keluarga utuh, meski status pernikahan sah mereka tak pernah diakhiri secara hukum.
- Kisah mereka menjadi contoh langka perpisahan yang tak merusak ikatan keluarga, memicu diskusi tentang definisi cinta dan komitmen di era modern.

Hampir tujuh tahun setelah mengumumkan perpisahan, Danny DeVito dan Rhea Perlman justru menunjukkan bahwa cinta tak harus selalu diukur dari status tinggal serumah. Aktor kawakan berusia 81 tahun itu mengaku masih menjalin hubungan yang hangat dengan mantan pasangannya, bahkan lebih sering menghabiskan waktu bersama ketimbang saat masih tinggal satu atap.
Dalam wawancara dengan AARP The Magazine, bintang It's Always Sunny in Philadelphia itu menuturkan bahwa ia dan Perlman, 78 tahun, masih sering bertemu di rumah sang mantan istri. "Kami selalu ada di rumahnya. Kami melihat cucu bersama, hal-hal seperti itu. Jadi itu adalah hubungan yang baik," ujar DeVito, menepis asumsi publik bahwa perpisahan otomatis memutuskan keintiman keluarga.
DeVito mengenang awal perkenalannya dengan Perlman di era 1970-an. Saat itu Perlman datang menonton pentas off-Broadway yang dibintangi DeVito. "Kami cocok. Kami menyukai hal-hal off-Broadway. Sering pergi ke bioskop, membuat film pendek bersama. Banyak kesamaan, dan kami jatuh cinta. Gadis Yahudi dari Brooklyn dan pria Italia dari New Jersey—saya yang memasak, dia yang makan," kenangnya. Chemistry yang terjalin sejak puluhan tahun lalu itu rupanya tak luntur meski status hubungan berubah.
Menariknya, pasangan yang menikah pada 1982 ini tak pernah secara resmi mengajukan perceraian. Perlman, dalam wawancara dengan America's Closer pada 2023, mengaku bangga bahwa mereka mampu melewati masa-masa sulit demi mempertahankan keluarga. "Saya sangat, sangat senang Danny dan saya berhasil menavigasi hari-hari berat untuk memiliki hubungan yang berbeda ini. Saya pikir ini langka, tapi kami sepakat pada banyak hal sehingga masuk akal. Kami tetap sebuah keluarga," tuturnya.
Fenomena perpisahan yang tidak diikuti dengan keretakan hubungan personal seperti yang dijalani DeVito dan Perlman mulai mendapat perhatian di Indonesia, terutama di kalangan publik figur. Di tengah maraknya kasus perceraian yang berujung konflik terbuka, kisah mereka menawarkan alternatif tentang bagaimana pasangan dapat memisahkan status rumah tangga dari ikatan emosional dan tanggung jawab pengasuhan anak. Psikolog keluarga menilai bahwa kunci keberhasilan model hubungan ini terletak pada komunikasi yang matang dan fokus pada kepentingan anak serta cucu.
"Ada pepatah: panci yang diamati tidak akan mendidih. Saya menerapkan itu pada anak-anak saya. Saya terus memandangi mereka karena saya tidak ingin mereka 'mendidih'. Saya ingin mereka tumbuh perlahan. Saya katakan pada anak-anak: jangan lewatkan satu momen pun. Karena saat kau menoleh ke belakang, anak itu sudah bermain hula hoop." — Danny DeVito kepada AARP The Magazine
DeVito yang telah berkarier lebih dari setengah abad di Hollywood mengaku bahwa dukungan keluarga dan teman-teman adalah fondasi ketahanannya. "Karena mereka, saya selalu merasa apa pun yang saya lakukan, saya bisa melakukannya tanpa batas," ujarnya. Pernyataan itu menggarisbawahi pentingnya sistem pendukung dalam menghadapi tekanan industri hiburan.
Ke depannya, kisah DeVito dan Perlman mungkin akan terus menjadi rujukan bagi pasangan yang memilih jalur tak lazim setelah perpisahan. Pertanyaan besarnya, apakah model hubungan ini bisa bertahan dalam jangka panjang di tengah godaan dan perubahan hidup? DeVito dan Perlman tampaknya tidak khawatir—mereka sibuk menikmati waktu bersama cucu, membuktikan bahwa kadang cinta justru lebih kuat setelah tak lagi terikat selembar surat.



