Didi Conn Kenang Persahabatan dengan Olivia Newton-John: 'Dia Tetap di Hatiku'
Baca dalam 60 detik
- Didi Conn dan Olivia Newton-John tetap menjalin persahabatan erat setelah Grease usai, tinggal bertetangga di Malibu.
- Aktris yang memerankan Frenchy itu menyebut Newton-John sebagai pribadi indah yang selalu dikenang, bahkan di tengah perjuangannya melawan kanker.
- Hingga kini, Grease masih dirayakan penggemar global, termasuk di Indonesia, dan para pemainnya tetap menjaga silaturahmi seperti lirik lagu penutup film.

Didi Conn, aktris yang memerankan Frenchy dalam film legendaris Grease (1978), mengungkapkan bahwa persahabatannya dengan mendiang Olivia Newton-John tidak pernah pudar meski syuting telah usai puluhan tahun lalu. Dalam wawancara terbaru dengan The Times, Conn menceritakan bagaimana keduanya hidup berdekatan di kawasan Malibu, California, dan tetap saling mendukung hingga Newton-John tutup usia pada 2022 akibat komplikasi kanker payudara.
Conn, yang kini berusia 75 tahun, mengaku hubungan mereka lebih dari sekadar rekan kerja. “Kami tinggal sangat dekat di Malibu. Saya menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya di luar set. Oh, dia punya kuda yang kandangnya tepat di bukit dekat rumah saya,” kenang Conn. “Dan kami tetap menjadi teman yang sangat, sangat baik.” Ia menambahkan bahwa Newton-John adalah “seseorang yang cantik” dan akan selalu berada di dalam hatinya. Setahun sebelumnya, Conn berhasil mengalahkan kanker rahim yang diidapnya, sebuah perjuangan yang membuatnya semakin menghargai arti persahabatan.
Selain mengenang Newton-John, Conn juga membocorkan momen menarik tentang John Travolta, lawan main mereka yang memerankan Danny Zuko. Menurut Conn, Travolta pernah mengadakan pemutaran pratinjau film Saturday Night Fever sebelum perilisan resminya untuk mendengar pendapat para pemain Grease. “Dia bilang, ‘Aku membuat film di Brooklyn musim panas lalu. Entahlah, kayaknya nggak bakal sukses.’ Kami bilang, ‘John, ini luar biasa,’” ujar Conn.
Conn mengaku tidak pernah bosan membicarakan Grease. Setiap hari ia menerima surat dari penggemar yang menceritakan bagaimana film itu menginspirasi pentas teater sekolah atau sekadar memberi semangat di masa sulit. “Banyak orang menulis surat kepada saya tentang Grease, tentang mereka yang mementaskan sendiri di sekolah, dan meminta saran. Saya sangat bersyukur. Ini membuat orang bahagia. Betapa beruntungnya saya?” katanya.
Di Indonesia sendiri, Grease tetap menjadi film kultus yang diputar ulang di berbagai stasiun televisi dan dipentaskan oleh grup teater amatir. Lagu-lagu seperti You’re the One That I Want dan Summer Nights kerap dinyanyikan ulang dalam berbagai acara, menunjukkan bahwa pesan cinta dan persahabatan film ini melampaui batas generasi dan geografis.
Menutup perbincangan, Conn mengungkapkan bahwa para pemain yang masih hidup tetap menjalin komunikasi layaknya keluarga. “Jujur, di akhir film ketika kami bilang ‘We go together’, itu nyata. Kami semua masih berteman,” tuturnya kepada People beberapa waktu lalu. Dengan warisan semacam itu, Grease bukan sekadar film—ia adalah kenangan kolektif yang terus menyatukan hati para penggemar dan pemainnya.



