Kenangan yang Terhapus: Kate Cassidy Mulai Hapus Tato Peringatan untuk Liam Payne
Baca dalam 60 detik
- Kate Cassidy menjalani laser untuk menghilangkan tato nomor 444 di tangannya, salah satu dari beberapa tato peringatan untuk Liam Payne yang akan diperbaiki.
- Tato 444 yang melambangkan ‘angel number’ itu sempat menjadi simbol perlindungan, namun Kate menilai pengerjaannya kurang rapi dan berencana membuat ulang.
- Di tengah proses penghapusan tato, Kate mengaku hubungan asmaranya kandas karena ia terus membandingkan pasangan baru dengan mendiang Liam.

Kate Cassidy, kekasih dari mendiang penyanyi Liam Payne, mulai menghapus tato peringatan yang ia buat setelah kematian sang kekasih. Lewat unggahan di Instagram Story, perempuan 27 tahun itu membagikan momen saat menjalani perawatan laser di Skin Club Miami, menandai awal dari penghapusan tato nomor 444 di tangannya.
Tato tersebut dibuat pada Oktober 2024, tak lama setelah Liam Payne, personel One Direction, meninggal dunia usai jatuh dari balkon hotel di Buenos Aires. Angka 444 sendiri dikenal sebagai 'angel number'—konsep yang dipercaya membawa makna perlindungan, dorongan, dan dukungan spiritual. Namun, dalam unggahannya, Kate menulis bahwa tato itu dikerjakan dengan kurang rapi, sehingga ia memutuskan untuk menghilangkannya dan akan membuat ulang di kemudian hari.
Selain nomor 444, Kate memiliki sejumlah tato lain yang didedikasikan untuk Liam, seperti sayap malaikat, inisial LP di pergelangan tangan, mawar layu di ibu jari, dan angka empat di jari manis kiri. Semua tato itu rencananya akan diperbaiki atau dibuat ulang agar lebih sesuai dengan harapan. “Saya memutuskan untuk menghapus beberapa tato yang hasilnya jelek, nanti akan ditato lagi,” tulis Kate dikutip dari unggahannya.
Di sisi lain, kehidupan asmara Kate setelah kepergian Liam juga menjadi sorotan. Dalam sebuah video TikTok, ia mengaku baru saja diputuskan oleh seorang pria yang dijuluki 'Joe'. Hubungan yang berjalan cepat itu—termasuk bertemu keluarga dan bepergian bersama—akhirnya berakhir karena Kate kerap membandingkan perilaku Joe dengan Liam. “Saya marah saat dia tidak bersikap seperti Liam,” ujar Kate. “Saya sadar ini tidak adil, tapi saya benar-benar mencari sosok Liam di setiap pria yang saya temui.”
Fenomena penghapusan tato peringatan dan kesulitan move on pasca kehilangan pasangan juga relevan di Indonesia. Di kalangan penggemar K-Pop dan musisi Barat, tato sebagai bentuk memorial sudah lazim, namun tak sedikit yang memilih menghapusnya tatkala rasa duka mulai mereda atau ketika kualitas tato tidak memuaskan. Psikolog klinis di Jakarta menilai bahwa tindakan seperti ini merupakan bagian dari proses berdamai dengan kehilangan—bukan berarti melupakan, melainkan mentransformasi kenangan.
Kate sendiri mengaku akan selalu mencintai Liam, bahkan jika ia kelak menikah dengan orang lain. “Aku akan memikirkan Liam di hari pernikahanku,” katanya dalam unggahan Instagram. Keputusan menghapus tato 444 mungkin menjadi langkah kecil dalam perjalanan panjangnya menerima kenyataan. Pertanyaannya, akankah tato baru yang akan dibuat nanti mampu menggantikan makna spiritual yang pernah melekat padanya?



