Whitney Port Batal Gunakan Ibu Pengganti, Pilih Mengandung Sendiri
Baca dalam 60 detik
- Whitney Port mengurungkan niat menggunakan jasa ibu pengganti setelah proses yang rumit dan mahal.
- Bintang reality show itu kini bersiap menjadi 'vessel' atau calon ibu dengan mengandung sendiri meski merasa takut.
- Ia telah memiliki dua embrio viabel dan sedang menjalani pemeriksaan kesuburan untuk memastikan kehamilan aman.

Setelah melalui serangkaian kegagalan dan kerumitan administratif, bintang reality show Whitney Port akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana menggunakan jasa ibu pengganti dan memilih untuk mengandung sendiri anak keduanya. Keputusan ini diumumkan oleh perempuan 41 tahun itu melalui media sosial, mengungkapkan perjuangannya melawan rasa takut demi mewujudkan impian memiliki momongan lagi.
Whitney, yang telah memiliki putra berusia delapan tahun bernama Sonny bersama suami Tim Rosenman, sebelumnya mengalami beberapa kali keguguran. Pasangan itu lantas beralih ke program surrogasi, namun terbentur kendala biaya, emosi, dan lamanya waktu tunggu. “Setelah semua kerumitan, kami memutuskan untuk mengambil arah yang berbeda,” tulis Whitney di Instagram Story-nya, seraya memperlihatkan foto dirinya di sebuah klinik fertilitas di New York.
Dalam unggahan lain, ia menulis, “Aku takut menjadi ‘vessel’, tapi aku lebih takut membiarkan rasa takut menghentikanku untuk meraih sesuatu yang sangat aku inginkan.” Pernyataan itu muncul sepekan setelah ia mengaku dalam podcastnya bahwa mencari ibu pengganti baru terasa sangat sulit. “Kami mulai bicara dengan agen surrogasi baru, tapi semuanya jadi begitu rumit. Akhirnya aku memutuskan untuk memeriksa kondisi fisikku dan melihat apakah aku bisa hamil sendiri,” ujarnya di acara With Whit.
Meski demikian, Whitney tidak menutupi bahwa dirinya sebenarnya enggan hamil lagi. “Apakah aku benar-benar ingin hamil? Tidak juga. Aku harap aku punya jawaban yang lebih indah… Aku tidak menikmati kehamilan. Yang aku inginkan adalah menyelesaikan ini dan mendapatkan anak kedua,” katanya. Sikap jujur ini mendapat beragam respons dari penggemar, terutama di tengah maraknya tren surrogasi di kalangan selebritas global.
Di Indonesia, praktik ibu pengganti masih menjadi perdebatan etika dan hukum. Meski tidak diatur secara spesifik, banyak kalangan menganggapnya bertentangan dengan norma sosial dan agama. Kisah Whitney setidaknya membuka diskusi tentang alternatif bagi pasangan yang mengalami kesulitan reproduksi, baik melalui teknologi bantuan maupun adopsi. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada faktor medis dan kesiapan mental.
Pekan lalu, Whitney dan suami terlihat di klinik dengan layar ultrasonik di atas kepala Tim. “Uterus looks good! Let’s f****** go!” tulisnya penuh semangat. Dokter pun disebut memberikan lampu hijau untuk mencoba kehamilan alami. Namun, perjuangan ini masih panjang; ia mengakui bahwa melihat kesedihan suaminya saat menghadapi kegagalan jauh lebih berat daripada menanggung risikonya sendiri. “Hatiku hancur melihat Timmy (panggilan suaminya) begitu kecewa,” ungkapnya kepada Us Weekly.
Dengan dua embrio yang masih tersimpan dan kondisi rahim yang dinilai baik, Whitney kini melangkah maju meskipun dibayangi kekhawatiran. Akankah ia berhasil mengandung sendiri? Atau justru kembali menemui hambatan? Yang jelas, perjalanan ini membuktikan bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, perjuangan memiliki anak tetap menjadi ujian yang sangat personal dan penuh liku.



