Juventus Nego Gaji Goretzka: Bonus €10 Juta Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- Juventus membuka kembali negosiasi dengan gelandang bebas transfer Leon Goretzka yang meminta gaji bersih €7 juta per musim dan bonus tanda tangan €10 juta.
- Pemain timnas Jerman berusia 31 tahun itu sebelumnya hampir sepakat dengan AC Milan, namun batal setelah pergantian pelatih di klub rival Serie A tersebut.
- Chicago Fire dari MLS juga mengincar Goretzka, tetapi sang pemain lebih memilih bertahan di Eropa; Juventus menjadikannya alternatif jika gagal mendapatkan Franck Kessie.

Juventus kembali mengaktifkan jalur komunikasi dengan agen Leon Goretzka, gelandang Jerman yang kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya di Bayern Munich habis. Namun, tuntutan finansial sang pemain—gaji bersih €7 juta per musim plus bonus tanda tangan €10 juta—menjadi tantangan tersendiri bagi klub raksasa Italia yang tengah berupaya merampingkan pengeluaran.
Goretzka, yang masih berusia 31 tahun dan baru saja tampil di Piala Dunia 2026 bersama Jerman, sebelumnya nyaris mendarat di AC Milan. Kesepakatan dengan Rossoneri praktis sudah di depan mata, tetapi semuanya berubah ketika Max Allegri dipecat dan digantikan Ruben Amorim. Perubahan di kursi pelatih Milan membuat prioritas transfer klub ikut bergeser, membuka peluang bagi Juventus untuk bergerak.
Menurut laporan Calciomercato, direktur Juventus telah melakukan kontak awal dengan perwakilan Goretzka untuk membahas persyaratan pribadi. Meski secara teknis pemain berstatus gratis, biaya yang diminta tidak bisa dibilang murah. Bonus tanda tangan sebesar €10 juta, ditambah gaji tahunan €7 juta netto, membuat operasi ini menjadi salah satu yang termahal di bursa transfer musim panas.
Juventus memandang Goretzka sebagai opsi alternatif andai gagal mendatangkan Franck Kessie dari Al-Hilal. Kessie, yang juga berstatus bebas transfer, meminta gaji lebih rendah (€5 juta per musim) namun dengan durasi kontrak lebih panjang, yaitu tiga tahun. Perbandingan ini membuat manajemen Juventus harus mempertimbangkan secara matang: membayar mahal untuk pemain berusia 31 tahun dengan kontrak jangka pendek, atau memilih Kessie yang lebih muda (28 tahun) dengan komitmen lebih lama.
Dari segi taktik, kehadiran Goretzka akan memberikan kedalaman skuad di lini tengah Juventus yang musim lalu kerap kesulitan saat menghadapi tekanan tinggi. Gelandang bertubuh kekar ini dikenal tangguh dalam duel fisik, memiliki visi permainan yang baik, dan mampu mencetak gol dari lini kedua. Namun, riwayat cedera yang sempat menghambat kariernya di Bayern menjadi catatan tersendiri.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Juventus di bursa transfer selalu menarik untuk diikuti. Klub yang identik dengan gaya bermain pragmatis ini tengah berusaha bangkit setelah beberapa musim terakhir terseok-seok di Serie A. Kehadiran pemain sekaliber Goretzka bisa menjadi sinyal bahwa Juventus serius kembali bersaing di level tertinggi Eropa, meski harus merogoh kocek dalam.
Di sisi lain, ketertarikan Chicago Fire menunjukkan bahwa MLS semakin agresif merebut pemain bintang Eropa. Namun, Goretzka dikabarkan masih ingin membuktikan diri di benua biru, setidaknya untuk satu atau dua musim ke depan. Pertanyaannya, apakah Juventus bersedia memenuhi tuntutan finansialnya, atau justru beralih ke Kessie yang lebih ekonomis? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah lini tengah Bianconeri musim depan.



