Sultan Brunei Pimpin Parade Kuda Kerajaan di Usia 80 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Sultan Hassanal Bolkiah memimpin langsung parade kuda rekreasi keempat yang digelar oleh Asosiasi Polo Brunei.
- Rombongan kerajaan melintasi pantai dan pasar tradisional, disambut antusias warga yang ingin bertemu langsung dengan Sultan.
- Partisipasi Sultan di usia 80 tahun menjadi simbol gaya hidup aktif dan sehat bagi rakyat Brunei.

Sultan Hassanal Bolkiah, Pemangku Kerajaan Brunei Darussalam, memimpin langsung parade kuda rekreasi yang digelar di Jerudong Park Polo and Riding Club, Minggu (19/7). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-80 Sultan yang berlangsung meriah dan melibatkan keluarga kerajaan serta para pemain polo senior.
Parade yang diorganisir oleh Royal Brunei Polo Association (RBPA) ini sudah memasuki edisi keempat. Sultan tiba di lokasi dan disambut oleh Ketua RBPA, Mayor Jenderal (Purn) Ibnu Basit Apong. Sebelum memulai perjalanan, Sultan berkenan berfoto bersama para peserta yang terdiri dari veteran dan pemain polo aktif.
Dalam rombongan tersebut, turut serta Putra Mahkota Pangeran Al-Muhtadee Billah yang juga menjabat Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri, Pangeran Abdul Mateen selaku Menteri Luar Negeri, serta sejumlah anggota keluarga kerajaan lainnya seperti Pangeran Jefri Bolkiah, Putri Azemah Ni'matul Bolkiah, dan Putri Fadzilah Lubabul Bolkiah. Kehadiran mereka menandai kuatnya tradisi olahraga berkuda di kalangan bangsawan Brunei.
Rute parade dimulai dari Lapangan Nomor 1 Jerudong Park, menyusuri Pantai Jerudong, melewati Pasar Ikan Jerudong yang ramai pengunjung, dan berakhir di Pantai Restaurant, The Empire Brunei. Di sepanjang jalan, warga yang telah menunggu menyambut hangat Sultan dan rombongan. Momen ini menjadi kesempatan langka bagi rakyat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin mereka dalam suasana santai.
Partisipasi Sultan di usia 80 tahun mendapat apresiasi luas. Menurut pengamat kerajaan dari Universitas Brunei Darussalam, Dr. Haji Mahadi, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebugaran dan kedekatan pemimpin dengan rakyat. โSultan menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif dan terhubung dengan masyarakat,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, tradisi kerajaan Brunei ini dapat menjadi inspirasi dalam mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan pemimpin dan masyarakat. Meskipun Indonesia tidak memiliki sistem monarki, semangat olahraga dan kebersamaan yang ditunjukkan Sultan dapat ditiru oleh para pejabat publik. Selain itu, momen seperti ini juga mempererat hubungan bilateral, mengingat Brunei dan Indonesia berbagi warisan budaya Melayu yang kuat.
Ke depan, RBPA berencana menjadikan parade kuda ini sebagai agenda tetap yang tidak hanya melibatkan keluarga kerajaan, tetapi juga membuka partisipasi publik secara terbatas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga berkuda sekaligus memperkuat identitas budaya Brunei. Pertanyaannya, akankah tradisi ini terus bertahan di tengah arus modernisasi yang kian deras?



