Roma Gagal Saingi Fenerbahce, Greenwood Resmi Berlabuh di Turki
Baca dalam 60 detik
- Mason Greenwood bergabung ke Fenerbahce dengan nilai transfer €39 juta plus bonus, mengalahkan Roma yang juga memburunya.
- Klub asal Turki itu menawarkan gaji €10 juta per musim, nominal yang tak bisa disaingi Roma meski siap membayar lebih mahal.
- Kepindahan ini memicu reaksi publik di Italia, termasuk petisi fans Roma yang menolak kedatangan pemain dengan kontroversi hukum.

Mason Greenwood akhirnya memilih Fenerbahce sebagai pelabuhan baru setelah dilepas Olympique Marseille dengan nilai transfer mencapai €39 juta plus tambahan bonus. Keputusan ini sekaligus mengakhiri salah satu drama transfer musim panas yang melibatkan AS Roma, yang sejak awal menjadikan pemain asal Inggris itu sebagai prioritas utama lini depan.
Roma tak menyembunyikan ambisi mereka untuk mendatangkan Greenwood setelah lolos ke Liga Champions. Namun, meski bersedia mengeluarkan dana lebih besar dari yang dibayarkan Fenerbahce, klub ibu kota Italia itu kalah telak dalam urusan gaji. Fenerbahce dikabarkan menawarkan penghasilan mencapai €10 juta per musim—angka yang membuat Roma mundur perlahan.
Greenwood sendiri sudah lama condong ke Turki. Ia bahkan melakukan negosiasi langsung dengan dua kandidat presiden Fenerbahce, sementara Roma gagal meyakinkannya. Meski Atletico Madrid dan sejumlah klub Saudi Pro League juga mengantre, keputusan pemain berusia 24 tahun itu sudah bulat sejak beberapa pekan lalu.
Dalam pernyataan resmi, Fenerbahce mengonfirmasi bahwa biaya transfer akan dibayarkan secara bertahap. Selain itu, Marseille harus menyisihkan 40 persen dari keuntungan penjualan kepada Manchester United—klub yang membesarkan Greenwood sebelum dipinjamkan ke Getafe dan kemudian dijual ke Marseille. Fenerbahce juga menanggung kewajiban solidaritas kepada Getafe sebagai bagian dari regulasi FIFA.
Di luar aspek finansial, keputusan Roma untuk mengejar Greenwood juga mendapat sorotan dari suporter sendiri. Sebuah petisi daring digulirkan oleh fans yang mendesak manajemen klub tidak merekrut pemain dengan latar belakang kasus kekerasan dalam rumah tangga. Isu ini kembali mencuat di Italia dan memicu perdebatan etis di kalangan penggemar sepak bola.
Bagi sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pengingat betapa besarnya daya tarik finansial klub-klub Turki yang mampu bersaing dengan raksasa Eropa. Fenerbahce, yang musim lalu nyaris merebut gelar juara, kini makin percaya diri dengan tambahan amunisi baru. Pertanyaannya, akankah Greenwood mampu menjawab ekspektasi tinggi di tengah tekanan publik yang masih membayanginya?



