Pramono Rancang Dua Rute Baru LRT: Tembus JIS dan Stasiun Whoosh Halim
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dua jalur LRT baru setelah proyek perpanjangan Manggarai-Dukuh Atas rampung pada 2028.
- Rute pertama menghubungkan LRT ke Jakarta International Stadium (JIS), rute kedua menuju Stasiun Whoosh Halim untuk integrasi dengan kereta cepat.
- Skema creative financing digadang-gadang untuk membiayai pengembangan, dengan target integrasi tiket antarmoda LRT, MRT, dan TransJakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pengembangan dua rute baru Lintas Raya Terpadu (LRT) yang akan memperkuat konektivitas transportasi massal di ibu kota. Dua jalur tersebut, yakni menuju Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara dan Stasiun Whoosh di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, direncanakan mulai dikembangkan setelah proyek perpanjangan jalur Manggarai-Dukuh Atas selesai pada 2028.
Pramono menyatakan bahwa kedua rute ini telah mengantongi izin trase dari Kementerian Perhubungan. "Yang satu ke JIS, yang sebenarnya trayeknya itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Yang satu lagi ke KCIC, ke Whoosh Halim," ujarnya usai meninjau progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di Stasiun Rawamangun, Selasa (14/7). Dengan adanya koneksi ini, masyarakat diharapkan dapat berpindah moda secara lebih efisien antara LRT Jakarta, kereta cepat Whoosh, dan kawasan Jakarta Utara.
Meski rencana jangka panjang ini menjanjikan, Pramono menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelesaikan proyek LRT Jakarta fase 1B dari Manggarai hingga Dukuh Atas. Jalur sepanjang sekitar 2 kilometer itu dijadwalkan mulai dibangun pada awal 2027 dan ditargetkan rampung pada 2028. "Setelah Dukuh Atas. Kalau Manggarai-Dukuh Atas sepenuhnya Pemerintah DKI Jakarta," lanjutnya. Setelah proyek tersebut selesai, barulah pengembangan dua rute baru akan dimulai.
Untuk merealisasikan pengembangan jaringan LRT, Pramono membuka peluang penggunaan skema creative financing. Ia mengaku telah berdiskusi dengan Direktur Utama Jakpro dan membuka kerja sama dengan pihak swasta yang berminat berinvestasi. "Saya tadi sudah diskusi dengan Pak Dirut Jakpro, untuk dua itu kita perbolehkan apa yang disebut dengan creative financing, kerja sama dengan siapa pun yang ingin membangun Jakarta. Dan saya yakin pasti ini, karena menjadi trayek yang padat, banyak orang yang bersedia dan mau," katanya. Langkah ini dinilai strategis mengingat kebutuhan pendanaan yang besar untuk proyek infrastruktur transportasi.
Selain pembangunan fisik, Pemprov DKI juga menyiapkan integrasi sistem tiket antarmoda. Rencananya, masyarakat akan dapat menggunakan satu sistem pembayaran untuk LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan TransJakarta, sehingga perpindahan antarmoda menjadi lebih praktis. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik dan mengurangi kemacetan di Jakarta. Ke depan, keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam menarik investasi swasta serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Apakah skema creative financing mampu merealisasikan ambisi transportasi Jakarta? Waktu yang akan menjawab.



