Pemimpin Singapura Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar
Baca dalam 60 detik
- Presiden Tharman dan PM Lawrence Wong mengirim surat duka untuk mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani yang wafat di usia 74 tahun.
- Sheikh Hamad dikenal sebagai arsitek transformasi Qatar, termasuk sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan membangun fondasi ekonomi modern.
- Hubungan bilateral Singapura-Qatar erat, ditandai kunjungan kenegaraan dan pembentukan komite bersama yang masih aktif hingga kini.

Singapura memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang meninggal dunia pada 12 Juli lalu di usia 74 tahun. Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong secara terpisah mengirimkan surat duka cita kepada Emir Qatar saat ini, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, serta menyebut almarhum sebagai negarawan visioner yang mengubah wajah Qatar.
Dalam suratnya, Presiden Tharman menggambarkan Sheikh Hamad sebagai pemimpin luar biasa yang berhasil membawa Qatar ke panggung global. โKepemimpinannya yang visioner tidak hanya mentransformasi Qatar tetapi juga menaikkan posisinya di dunia internasional,โ tulis Tharman. Ia menyoroti peran Sheikh Hamad dalam membangun sektor energi, media, penerbangan, dan pendidikan, serta keberhasilan Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022โpertama kalinya ajang itu digelar di Timur Tengah.
Perdana Menteri Lawrence Wong, dalam surat terpisah, menyebut Sheikh Hamad sebagai pemimpin yang mengubah Qatar menjadi salah satu ekonomi terdepan dunia. โSelama 18 tahun masa pemerintahannya (1995-2013), Qatar memanfaatkan sumber daya alamnya untuk mencapai kemajuan ekonomi yang luar biasa, sambil berinvestasi di bidang pendidikan, infrastruktur, dan sumber daya manusia,โ ujar Wong. Ia juga menekankan bahwa kunjungan kenegaraan Sheikh Hamad ke Singapura pada 2005 menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Pemerintah Singapura juga mengirimkan perwakilan tingkat tinggi untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung. Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam, bersama Penasihat Senior Kantor Perdana Menteri Teo Chee Hean, akan mewakili Singapura di Istana Lusail pada 14 Juli. Langkah ini menunjukkan betapa eratnya hubungan kedua negara, yang telah dibina sejak lama.
Bagi Indonesia, hubungan erat Singapura-Qatar dapat menjadi contoh diplomasi yang saling menguntungkan. Qatar, sebagai salah satu negara kaya energi di Timur Tengah, memiliki potensi kerja sama dengan Indonesia di bidang investasi, energi, dan pendidikan. Kepergian Sheikh Hamad mungkin tidak langsung mengubah arah kebijakan luar negeri Qatar, tetapi warisannya dalam memodernisasi negara dan membangun jembatan internasional akan terus dikenang. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana penerusnya, Sheikh Tamim, akan melanjutkan visi sang ayah di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus berubah.



