Donasi Misterius Rp250 Juta: Mahasiswa Kumamoto Bisa Makan Daging Sapi Hanya Rp10.000
Baca dalam 60 detik
- Universitas Kumamoto menerima donasi anonim senilai sekitar Rp250 juta dengan pesan agar mahasiswa bisa makan daging sapi di tengah kenaikan biaya hidup.
- Sebanyak 6.300 porsi hidangan daging sapi diskon akan dijual di empat kantin kampus selama lima hari, dengan potongan harga hingga 80%.
- Program ini menjadi contoh nyata kepedulian sosial di Jepang, sekaligus menyoroti tekanan ekonomi yang dialami mahasiswa akibat inflasi.

Seorang donatur anonim memberikan sumbangan besar kepada Universitas Kumamoto di Jepang dengan pesan singkat namun mengena: "Biarkan mahasiswa makan daging sebanyak-banyaknya." Donasi tersebut, yang diperkirakan mencapai 2,5 juta yen atau sekitar Rp250 juta, digunakan untuk mensubsidi harga menu daging sapi di kantin kampus selama lima hari mulai 13 Juli 2026.
Program ini menyediakan 6.300 porsi hidangan daging sapi dengan diskon hingga 400 yen (sekitar Rp40.000) per porsi. Sebagai contoh, hidangan daging sapi tumis ala bulgogi yang biasanya dijual 500 yen (Rp50.000) hanya akan dibanderol 100 yen (Rp10.000). Menu lain seperti roast beef bowl dan bento daging sapi juga mendapat potongan harga signifikan. Inisiatif ini hanya berlaku bagi mahasiswa dan diselenggarakan di empat kantin kampus.
Menurut pihak universitas, donatur adalah seorang individu yang prihatin setelah membaca pemberitaan tentang kesulitan ekonomi yang dialami mahasiswa akibat kenaikan harga pangan dan biaya hidup. Jumlah donasi tidak diungkapkan secara rinci, namun dana tersebut cukup untuk menutup selisih harga normal dengan harga diskon selama periode kampanye. Koperasi universitas yang mengelola kantin turut berpartisipasi dalam program ini.
Fenomena serupa sebenarnya tidak asing di Jepang. Beberapa universitas dan perusahaan sebelumnya pernah menggelar program makanan murah atau gratis bagi mahasiswa sebagai respons terhadap inflasi. Namun, yang membedakan kasus Kumamoto adalah sifat donasi yang sangat personal dan langsung menyasar kebutuhan protein hewani. Di tengah kenaikan harga daging sapi global, mahasiswa seringkali menjadi kelompok yang paling terpukul karena pendapatan terbatas.
Di Indonesia, situasi serupa juga mulai terasa. Kenaikan harga bahan pangan, termasuk daging sapi yang mencapai Rp130.000 per kilogram di beberapa daerah, membuat mahasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan gizi. Beberapa universitas di Tanah Air, seperti Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung, pernah menyediakan kantin subsidi atau program makanan murah, namun skalanya masih terbatas. Program seperti di Kumamoto bisa menjadi inspirasi bagi donatur atau perusahaan di Indonesia untuk turut meringankan beban mahasiswa.
Para ahli menilai bahwa inisiatif seperti ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan dan konsentrasi belajar mahasiswa. "Asupan protein yang cukup sangat penting bagi mahasiswa, terutama saat menghadapi ujian. Program diskon daging sapi ini bisa meningkatkan stamina dan fokus mereka," ujar seorang pakar gizi dari Universitas Tokyo yang tidak disebutkan namanya.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah program ini akan berkelanjutan. Donasi tersebut hanya mencakup satu kali periode, dan belum ada rencana perpanjangan. Namun, universitas berharap kampanye ini dapat memicu lebih banyak donasi serupa dari pihak lain. Sementara itu, mahasiswa Kumamoto punya alasan untuk tersenyum setidaknya selama lima hari ke depan, menikmati sepiring daging sapi dengan harga yang tak pernah terbayangkan.



