Atletico Madrid Rekrut Morten Hjulmand dari Sporting Lisbon: Bek Tengah Baru untuk Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Atletico Madrid resmi mendatangkan gelandang bertahan Denmark, Morten Hjulmand, dengan kontrak lima tahun dari Sporting Lisbon.
- Nilai transfer diperkirakan mencapai €40 juta plus bonus, menjadikannya salah satu pembelian termahal Atletico di bursa musim panas.
- Kehadiran Hjulmand diharapkan memperkuat lini tengah Atletico yang selama ini diisi pemain-pemain berpengalaman seperti Koke dan Saul Niguez.

Atletico Madrid resmi mengumumkan perekrutan gelandang bertahan asal Denmark, Morten Hjulmand, dari Sporting Lisbon pada Sabtu (11/7). Pemain berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, memperkuat lini tengah Los Rojiblancos yang tengah dalam masa transisi.
Meski kedua klub tidak merinci nilai transfer, media-media Spanyol melaporkan bahwa kesepakatan ini mencapai €40 juta (sekitar Rp690 miliar) dengan tambahan bonus €5 juta jika target tertentu tercapai. Angka tersebut menjadikan Hjulmand sebagai salah satu pembelian termahal Atletico pada bursa transfer musim panas ini, setelah sebelumnya merekrut bek sayap kiri Alex Grimaldo dari Bayer Leverkusen.
Hjulmand bergabung dengan Sporting pada 2023 dari klub Italia Lecce. Selama dua musim di Portugal, ia tampil impresif dengan mencatatkan 141 penampilan, mencetak 10 gol, dan memberikan 12 assist. Lebih dari itu, ia menjadi kapten tim yang sukses meraih gelar juara Liga Portugal dua kali berturut-turut (2023-24 dan 2024-25) serta Piala Portugal. Prestasi tersebut menunjukkan kepemimpinan dan konsistensinya di level tertinggi.
Di kancah internasional, Hjulmand telah mengoleksi 27 caps bersama Denmark sejak debutnya pada 2023. Ia dikenal sebagai gelandang bertahan murni dengan kemampuan merebut bola yang agresif, postur fisik yang kuat, dan kemampuan membaca permainan yang tajam. Karakteristik ini sangat cocok dengan filosofi Diego Simeone yang mengutamakan soliditas pertahanan dan transisi cepat.
Bagi Atletico, kehadiran Hjulmand menjadi jawaban atas kebutuhan lini tengah yang mulai menua. Koke (33 tahun) dan Saul Niguez (30 tahun) masih menjadi andalan, namun klub membutuhkan darah segar untuk menjaga intensitas permainan. Hjulmand diharapkan bisa menjadi jangkar di depan lini belakang, memberikan perlindungan ekstra bagi bek tengah seperti José Giménez dan Stefan Savić.
Dari sisi persaingan, perekrutan ini juga menunjukkan ambisi Atletico untuk kembali bersaing di papan atas La Liga setelah musim lalu finis di posisi ketiga. Dengan tambahan Hjulmand dan Grimaldo, skuad Simeone mulai terbentuk kembali setelah kepergian beberapa pemain kunci seperti Antoine Griezmann (yang kembali ke Barcelona) dan João Félix (dipinjamkan ke Chelsea).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa terus berburu talenta dari liga-liga alternatif seperti Portugal. Hjulmand, yang sebelumnya bermain di Italia dan Portugal, membuktikan bahwa pemain dengan profil defensif solid masih sangat dihargai di pasar transfer. Ke depannya, apakah ia bisa menjadi suksesor Koke di lini tengah Atletico? Atau justru menjadi batu loncatan bagi pemain-pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk menembus klub sekelas Atletico? Waktu yang akan menjawab.



