Jepang-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pertahanan: Menteri Pertahanan Vietnam Kunjungi Tokyo
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pertahanan Vietnam Phan Van Giang akan berkunjung ke Jepang selama empat hari mulai Minggu, 12 Juli, untuk memperkuat kerja sama pertahanan bilateral.
- Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dijadwalkan Senin, membahas keamanan regional dan potensi kerja sama alutsista serta teknologi pertahanan.
- Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak November 2021, menandai peningkatan signifikan hubungan pertahanan kedua negara di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik.

Menteri Pertahanan Vietnam, Phan Van Giang, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Jepang selama empat hari mulai Minggu (12/7) mendatang. Langkah ini menjadi sinyal penguatan hubungan pertahanan bilateral di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Indo-Pasifik.
Giang, yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Vietnam, akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Senin (13/7) di Kementerian Pertahanan Jepang. Keduanya diperkirakan akan bertukar pandangan mengenai perkembangan keamanan regional serta membahas potensi kerja sama di bidang peralatan pertahanan dan teknologi.
Koizumi mengungkapkan bahwa pertemuan terakhirnya dengan Giang terjadi pada akhir Mei lalu di sela-sela Forum Keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, saat memberikan penghormatan kepada Presiden Vietnam To Lam. "Vietnam adalah mitra penting bagi Jepang dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar Koizumi dalam konferensi pers, Jumat (10/7).
Kunjungan ini menjadi yang pertama setelah jeda hampir empat tahun, menandai normalisasi dan eskalasi hubungan pertahanan kedua negara. Sejak 2021, Jepang dan Vietnam telah meningkatkan frekuensi dialog keamanan dan latihan militer bersama, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas aktivitas maritim China di Laut China Selatan.
Bagi Indonesia, penguatan kerja sama pertahanan Jepang-Vietnam memiliki implikasi strategis. Sebagai sesama negara anggota ASEAN, Vietnam menjadi salah satu mitra kunci Jepang di kawasan. Langkah ini dapat mendorong keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik dan membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pertahanan dengan kedua negara, terutama dalam bidang industri pertahanan dan alih teknologi.
Para analis menilai bahwa kunjungan ini juga menjadi sinyal bagi negara-negara lain di kawasan bahwa Jepang semakin aktif membangun aliansi pertahanan di luar pakta tradisionalnya dengan Amerika Serikat. "Jepang melihat Vietnam sebagai jembatan penting untuk memperkuat kehadirannya di Asia Tenggara," kata seorang pengamat keamanan regional.
Ke depan, kerja sama ini diprediksi akan meluas ke bidang-bidang seperti keamanan maritim, siber, dan penanggulangan bencana. Pertanyaannya, sejauh mana kedua negara mampu menyelaraskan kepentingan strategis mereka di tengah tekanan dari kekuatan besar lainnya?



