Bintang Top Boy Micheal Ward Bebas dari Tuduhan Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual
Baca dalam 60 detik
- Aktor Micheal Ward dinyatakan tidak bersalah atas lima dakwaan, termasuk pemerkosaan dan pelecehan seksual, setelah persidangan dua pekan di Pengadilan Snaresbrook Crown London.
- Juri membutuhkan waktu lima jam 25 menit untuk mencapai vonis bebas, menguatkan klaim Ward bahwa hubungan seksual yang terjadi bersifat konsensual.
- Kasus ini menyoroti dampak hukum terhadap karier selebritas, dengan pengacara Ward menyebut kehidupan dan kariernya terhenti selama tiga setengah tahun penyelidikan.

Aktor Micheal Ward, yang dikenal lewat serial Top Boy, tak kuasa menahan tangis saat majelis hakim di Pengadilan Snaresbrook Crown, London, membacakan vonis bebas dari seluruh tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual, Jumat (10/7/2026). Keputusan ini mengakhiri proses hukum yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun dan sempat menghentikan laju karier sang bintang.
Ward, 28 tahun, yang meraih BAFTA EE Rising Star Award pada 2020, menghadapi lima dakwaan dari seorang wanita yang ditemuinya di luar pesta Tahun Baru di London pada Januari 2023. Dakwaan tersebut mencakup dua tuduhan pemerkosaan, dua tuduhan penyerangan dengan penetrasi, dan satu tuduhan pelecehan seksual. Sepanjang persidangan yang berlangsung dua pekan, Ward bersikukuh bahwa semua aktivitas seksual yang terjadi dilakukan atas dasar suka sama suka.
โKami melakukan hubungan seksual konsensual, bersenang-senang, dan dia berpartisipasi aktif sepanjang waktu,โ kata Ward dalam pernyataannya di pengadilan. Juri hanya membutuhkan waktu lima jam 25 menit untuk mencapai vonis tidak bersalah, setelah mempertimbangkan bukti dan kesaksian yang diajukan.
Usai persidangan, pengacara Ward, Humzah Ilyas, membacakan pernyataan di luar gedung pengadilan. โSeperti yang dia pertahankan sepanjang kasus ini, ini adalah pertemuan seksual konsensual. Juri setuju dan membebaskannya dari semua kesalahan,โ ujar Ilyas. Ia menambahkan bahwa penyelidikan yang berlangsung tiga setengah tahun telah menghentikan kehidupan dan karier Ward, serta berdampak besar pada dirinya dan orang-orang terdekatnya.
Dalam pernyataannya, Ward juga menyampaikan penghargaan kepada mereka yang pernah mengalami kekerasan dan pelecehan seksual. โMereka layak didengar, diperlakukan dengan penuh kasih sayang, dan tuduhan mereka ditanggapi dengan serius,โ demikian bunyi pernyataan tersebut. Ward berencana kembali berkarya di industri hiburan dan fokus pada masa depan.
Kasus ini menjadi pengingat akan kompleksitas sistem peradilan pidana, terutama dalam kasus kekerasan seksual yang seringkali bergantung pada kesaksian korban dan terdakwa. Di Indonesia, kasus serupa kerap menjadi sorotan publik, dengan tuntutan hukum yang kerap berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi kedua belah pihak. Meski vonis bebas telah dijatuhkan, pertanyaan tentang keadilan bagi korban dan perlindungan hak terdakwa tetap relevan untuk didiskusikan.
Ke depannya, publik akan mengamati bagaimana Ward memulihkan kariernya yang sempat terhenti. Apakah kasus ini akan mempengaruhi perannya di Top Boy atau proyek-proyek lain? Satu hal yang pasti, proses hukum yang panjang telah meninggalkan bekas, baik bagi Ward maupun industri hiburan yang menaunginya.



