Fenerbahce Kunci Transfer Mason Greenwood, Roma Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Fenerbahce mencapai kesepakatan dengan Marseille senilai €40 juta plus bonus untuk Mason Greenwood, mengalahkan Roma yang sempat unggul dalam penawaran.
- Klub Turki itu memikat Greenwood dengan gaji fantastis sekitar €10 juta per musim, sementara Manchester United kebagian jatah 40 persen dari nilai transfer.
- Kegagalan Roma merekrut Greenwood tak lepas dari kontroversi masa lalu sang pemain, yang memicu petisi dari sebagian pendukung Giallorossi.

Fenerbahce dipastikan memenangi perburuan Mason Greenwood setelah mencapai kesepakatan dengan Olympique Marseille senilai €40 juta plus bonus, demikian laporan RMC Sport. Kesepakatan ini sekaligus memupus harapan AS Roma yang sejak awal menjadikan pemain berusia 24 tahun itu sebagai prioritas utama di bursa transfer musim panas ini.
Roma, yang baru saja lolos ke Liga Champions, telah menempatkan Greenwood sebagai target utama atas rekomendasi pelatih Gian Piero Gasperini. Ia dianggap sebagai sosok ideal untuk mengisi sisi kanan lini serang Giallorossi. Namun, meski Roma sempat menawarkan nilai transfer lebih tinggi, Fenerbahce berhasil memenangkan hati sang pemain dengan paket gaji besar-besaran yang dilaporkan mencapai €10 juta per musim.
Negosiasi intensif yang berlangsung pada hari terakhir bursa transfer akhirnya membuahkan hasil. Fenerbahce setuju membayar €40 juta plus tambahan bonus kepada Marseille. Dari jumlah tersebut, Manchester United—klub sebelumnya—berhak atas 40 persen dari total paket yang diperkirakan mendekati €50 juta. Hal ini merupakan bagian dari klausul penjualan saat Greenwood dilepas ke Marseille pada musim panas 2024 seharga €26 juta.
Menariknya, Fenerbahce melakukan pendekatan yang tidak biasa dalam negosiasi ini. Klub asal Istanbul itu berkomunikasi langsung dengan Manchester United selain Marseille untuk mempercepat proses. Langkah ini dinilai efektif mengingat United memiliki hak veto atau klausul tertentu terkait penjualan Greenwood.
Greenwood sendiri tampil gemilang bersama Marseille musim lalu dengan mencetak 26 gol dan 11 assist di semua kompetisi. Namun, di balik produktivitasnya, hubungannya dengan direktur dan staf pelatih Marseille memburuk karena masalah sikap. Klub Prancis itu pun menyambut baik kepergiannya.
Di sisi lain, kegagalan Roma merekrut Greenwood tidak sepenuhnya disesali oleh sebagian pendukung. Sebuah petisi sempat beredar di kalangan fans Giallorossi yang menolak kedatangan pemain dengan latar belakang kontroversial terkait kekerasan. Meski Gasperini sangat menginginkannya, tekanan moral dari suporter ikut memengaruhi dinamika transfer ini.
Bagi sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi pengingat bahwa klub-klub Eropa kini semakin selektif dalam merekrut pemain dengan rekam jejak kontroversial. Di tengah maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga di sepak bola Tanah Air, keputusan Roma untuk mendengarkan suara fans bisa menjadi contoh bagaimana klub seharusnya mempertimbangkan nilai-nilai di luar aspek teknis. Ke depannya, apakah Fenerbahce akan menuai hasil positif dari investasi besar ini, atau justru menghadapi masalah baru akibat karakter Greenwood? Hanya waktu yang bisa menjawab.



