Inter Ikut Buru Jhon Lucumi, Bek Bologna yang Juga Diburu Juventus
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan dikabarkan mulai menjajaki kemungkinan merekrut bek Bologna dan Kolombia, Jhon Lucumi, yang kontraknya habis akhir musim ini.
- Bologna membanderol Lucumi dengan klausul rilis โฌ28 juta, angka yang dianggap lebih murah dibanding target lain Inter, Trevoh Chalobah (โฌ35 juta).
- Persaingan ketat terjadi di Serie A: Juventus, Bournemouth, dan Besiktas juga mengincar pemain berusia 28 tahun yang sudah malang melintang 123 laga di Italia.

Bursa transfer Serie A kembali memanas. Inter Milan dikabarkan telah mengirimkan sinyal awal kepada Bologna untuk menanyakan ketersediaan bek tengah andalan mereka, Jhon Lucumi. Langkah ini menambah daftar panjang peminat pemain asal Kolombia itu, yang sebelumnya juga dikaitkan dengan Juventus, Bournemouth, dan Besiktas.
Menurut laporan Sportitalia yang dikutip dari analis Alfredo Pedulla, Inter mulai bergerak setelah kehilangan dua bek senior, Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij, yang kontraknya berakhir pada 30 Juni lalu. Kebutuhan akan sosok berpengalaman di lini belakang membuat La Beneamata melirik Lucumi yang sudah malang melintang di Serie A selama tiga musim bersama Bologna.
Lucumi, yang baru merayakan ulang tahun ke-28 pada Juni lalu, memiliki kontrak yang hanya tersisa hingga akhir musim 2024/2025. Meski demikian, Bologna tampaknya enggan melepas pemainnya dengan harga murah. Klub asal Emilia-Romagna itu dikabarkan bersikukuh pada klausul rilis sebesar โฌ28 juta, angka yang mereka anggap wajar mengingat investasi awal โฌ8 juta yang mereka keluarkan untuk merekrutnya dari KRC Genk pada musim panas 2022.
Dari segi finansial, banderol Lucumi justru terlihat lebih realistis bagi Inter dibandingkan target lain yang juga diincar, yakni Trevoh Chalobah milik Chelsea. Untuk mendatangkan bek asal Inggris itu, Inter disebut harus merogoh kocek setidaknya โฌ35 juta. Selisih โฌ7 juta ini bisa menjadi pertimbangan penting di tengah upaya Inter untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Pengalaman Lucumi di Italia menjadi nilai jual utama. Dalam tiga musim, ia telah mencatatkan 123 penampilan di Serie A, menunjukkan konsistensi dan adaptasi yang baik terhadap gaya permainan Liga Italia. Ia juga sempat beberapa kali nyaris hengkang, termasuk ke Sunderland pada musim lalu, namun akhirnya bertahan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan Lucumi mencerminkan dinamika menarik di Serie A. Inter yang musim lalu tampil perkasa di bawah Simone Inzaghi kini harus merombak lini pertahanan. Kehilangan Acerbi dan De Vrij bukan perkara sepele, apalagi jika melihat usia dan pengalaman mereka. Lucumi, dengan usia yang masih produktif dan jam terbang tinggi di Italia, bisa menjadi solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang.
Namun, Inter bukan satu-satunya peminat. Juventus, yang juga tengah membangun kembali skuad di bawah Thiago Motta, sudah lebih dulu menunjukkan ketertarikan serius. Persaingan dua raksasa Italia ini bisa memicu perang penawaran, meski Bologna tampaknya tidak akan menjual di bawah klausul. Apakah Inter akan mengeluarkan โฌ28 juta atau beralih ke opsi lain? Jawabannya akan menentukan peta kekuatan lini belakang Serie A musim depan.



