Leigh Leopards Hantam Warrington, Asa Gelar Super League Makin Terkikis
Baca dalam 60 detik
- Leigh Leopards menekuk Warrington Wolves 28-6 pada laga pertama Magic Weekend Super League, Minggu (18/8).
- Kekalahan ini membuat Warrington gagal mendekati pemuncak klasemen Leeds Rhinos dan terancam turun ke peringkat ketiga.
- Warrington tampil tanpa 10 pemain inti karena cedera, termasuk kapten George Williams, yang menjadi faktor utama kekalahan telak tersebut.

Leigh Leopards memupus harapan Warrington Wolves untuk merebut gelar juara Super League setelah menang telak 28-6 pada laga pembuka Magic Weekend di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Minggu (18/8). Empat percobaan dari Tesi Niu, David Armstrong, Edwin Ipape, dan Umyla Hanley memastikan kemenangan kedelapan Leigh dalam sepuluh pertandingan terakhir, sekaligus mendekatkan mereka ke posisi enam besar.
Bagi Warrington, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Tim asuhan Sam Burgess itu sebenarnya berpeluang menyamai poin pemuncak klasemen Leeds Rhinos jika menang. Namun, tanpa 10 pemain karena cederaโtermasuk kapten George Williams, Josh Thewlis, dan Toby Kingโmereka tak mampu berbuat banyak. Satu-satunya angka Warrington tercipta melalui percobaan Marc Sneyd yang dikonversi dua menit sebelum peluit panjang berbunyi.
Pertandingan berjalan satu arah sejak menit awal. Niu membuka keunggulan pada menit kelima setelah menerima umpan dari sisi kiri dan menerobos garis pertahanan Warrington. Tendangan konversi Adam Cook sukses. Kesalahan tendangan gawang Sneyd yang keluar lapangan langsung memberikan Leigh tendangan penalti yang juga dimanfaatkan Cook menjadi dua poin tambahan.
Keunggulan Leigh semakin lebar setelah Armstrong mencetak percobaan spektakuler dari jarak 50 meter. Berbekal umpan terobosan Hanley, pemain asal Australia itu melewati bek penuh Ewan Irwin untuk mendaratkan bola di sudut kanan. Cook gagal menambah konversi karena waktu habis, tetapi Leigh tetap unggul 12-0. Cook kemudian menambah dua poin lagi melalui penalti setelah Warrington melakukan pelanggaran saat memainkan bola.
Warrington nyaris memperkecil ketertinggalan di akhir babak pertama melalui aksi Irwin yang baru berusia 18 tahun, namun ia gagal mendaratkan bola saat terjatuh di garis percobaan. Babak kedua dimulai dengan kesalahan tendangan Sneyd yang kembali memberikan bola kepada Leigh. Ipape, pemain hooker andalan Leigh, kemudian mencetak percobaan di sisi kiri setelah bola direbut kembali. Harapan Warrington untuk bangkit pupus setelah Sam Powell dihukum sin-bin karena tekel keras terhadap Niu.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Hanley kembali menunjukkan kelasnya. Ia menerobos pertahanan Warrington yang kocar-kacir dan mencetak percobaan di bawah mistar pada menit ke-60, mengakhiri perlawanan tuan rumah. Warrington hanya mampu membalas melalui percobaan konsolasi Sneyd yang memotong umpan Gareth O'Brien dan berlari 50 meter untuk mencetak angka.
Pelatih Leigh, Adrian Lam, memuji penampilan anak asuhnya. "Saya sangat senang dengan hasil ini. Cara kami memulai pertandingan, langsung mengubur harapan lawan, menunjukkan intensitas yang luar biasa. Lachlan Lam tampil dengan permainan terbaiknya musim ini," ujarnya kepada BBC Radio Manchester. Lam juga mengakui bahwa timnya perlu membalas kekalahan dari Warrington di Challenge Cup sebelumnya.
Di sisi lain, Sam Burgess, pelatih Warrington, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Saya kecewa. Saya pikir kami bisa tampil lebih baik, tetapi mereka membuat segalanya sulit sejak awal. Saya tidak suka kalah. Performa hari ini buruk. Kami sebenarnya memiliki tim yang cukup baik untuk menang jika bermain sesuai kemampuan," kata Burgess kepada BBC Radio Merseyside.
Kekalahan ini membuat Warrington tetap di posisi kedua, tetapi bisa turun ke peringkat ketiga jika Wigan Warriors mengalahkan St Helens pada laga pamungkas Magic Weekend, Minggu malam. Sementara itu, Leigh terus mendekati zona play-off dan menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas.
Pertanyaan besarnya, mampukah Warrington bangkit kembali di sisa musim dengan skuat yang terus diterpa cedera? Atau akankah Leigh Leopards menjadi kuda hitam yang merebut tempat di final Super League?



