Everton Garap Dua Transfer Sekaligus: Hayden Hackney dan Mandela Keita Jadi Target
Baca dalam 60 detik
- Everton mencapai kesepakatan awal untuk Hayden Hackney senilai £16,5 juta plus bonus, dan juga membuka negosiasi dengan Parma untuk Mandela Keita.
- Kedatangan Hackney dan Keita akan memperkuat lini tengah Everton, dengan Keita sebagai gelandang bertahan yang melengkapi gaya progresif Hackney.
- Keterbatasan aturan keuangan Premier League memaksa Everton menyusun struktur pembayaran bertahap atau menjual pemain untuk mendanai kedua transfer tersebut.

Everton terus mengakselerasi perburuan pemain di bursa transfer musim panas ini. Setelah mencapai titik terang dalam negosiasi dengan Middlesbrough untuk Hayden Hackney, klub asal Merseyside itu kini juga membuka komunikasi dengan Parma dan agen Mandela Keita. Langkah ini menandai ambisi Everton untuk merombak lini tengah di bawah arahan pelatih David Moyes.
Menurut laporan Sky Italia yang dikutip Football Fancast, Everton telah melakukan kontak awal dengan Parma dan perwakilan Keita. Gelandang asal Belgia berusia 24 tahun itu bergabung dengan Parma dari Royal Antwerp pada 2024 dan dengan cepat menjadi andalan di Serie A. Keita dikenal sebagai gelandang bertahan yang kuat dalam merebut bola, membaca bahaya, dan menjaga ritme permainan dengan umpan-umpan sederhana namun efektif. Gaya bermainnya yang disiplin dan fisik membuatnya ideal sebagai pelindung lini belakang.
Sebelumnya, Everton telah menyepakati biaya transfer Hackney senilai £16,5 juta di muka, dengan potensi tambahan hingga £25 juta jika seluruh klausul terpenuhi. Gelandang yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship musim lalu ini dianggap sebagai sosok progresif yang mampu mengatur tempo pertandingan. Kehadiran Hackney akan memberikan dimensi baru di lini tengah Everton, sementara Keita diharapkan menjadi keseimbangan defensif yang melengkapi rekan setimnya seperti James Garner dan Tim Iroegbunam.
Namun, Everton tidak bisa bergerak leluasa. Meskipun kondisi keuangan klub membaik di bawah kepemilikan The Friedkin Group—dengan kerugian yang mengecil dan pendapatan mendekati £200 juta—mereka tetap harus mematuhi aturan Premier League yang membatasi belanja skuad. Dengan Hackney yang sudah menghabiskan sebagian besar anggaran, pembelian Keita yang diperkirakan mencapai £20–30 juta membutuhkan struktur pembayaran yang cermat, seperti cicilan atau penjualan pemain. Everton kemungkinan harus menjual beberapa pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan.
Ketertarikan Everton pada Keita juga diikuti oleh klub Premier League lain seperti Tottenham Hotspur dan Aston Villa. Namun, langkah awal Everton yang sudah menghubungi kedua pihak menunjukkan keseriusan mereka. Parma sendiri tidak terdesak untuk menjual karena Keita masih terikat kontrak jangka panjang. Everton harus mengajukan tawaran yang signifikan jika ingin merealisasikan transfer ini dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Everton ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League menyeimbangkan ambisi dengan kepatuhan regulasi keuangan. Model pembayaran bertahap dan penjualan pemain menjadi strategi yang lazim di Eropa, dan bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai menerapkan aturan serupa. Selain itu, performa Keita di Serie A juga menjadi sorotan, mengingat banyak pemain Belgia yang sukses di liga top Eropa.
Keita sendiri memulai karier di OH Leuven sebelum menonjol di Royal Antwerp. Penampilannya di Belgia membawanya ke Serie A dan kemudian ke tim nasional Belgia. Gaya bermainnya yang mengandalkan fisik, disiplin taktis, dan konsistensi membuatnya menjadi aset berharga. Jika bergabung dengan Everton, ia akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang Moyes yang tengah membangun kembali skuad.
Apakah Everton mampu menyelesaikan dua transfer besar ini di tengah keterbatasan finansial? Ataukah mereka harus memilih salah satu? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer semakin memanas.



