Dedi Mulyadi Pasang Hadiah Rp250 Juta untuk Buron Penganiaya Perempuan
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menawarkan imbalan Rp250 juta bagi siapa pun yang membantu menangkap Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan berat terhadap Yuvita Tri Rezeki.
- Korban mengalami luka serius termasuk kehilangan penglihatan akibat cedera mata, memicu kemarahan publik dan respons cepat dari pemerintah daerah.
- Langkah ini diharapkan mempercepat penangkapan buronan dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara senilai Rp250 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Taufik Hidayat, pria yang diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan muda. Korban, Yuvita Tri Rezeki (26), dilaporkan menderita luka parah di sekujur tubuh, termasuk kehilangan penglihatan akibat cedera pada kedua matanya.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Senin (23/6), Dedi menyatakan kemarahannya terhadap pelaku dan optimistis aparat Kepolisian Daerah Jawa Barat dapat menuntaskan kasus ini dengan cepat. Ia mengajak seluruh warga, khususnya di Jawa Barat, untuk turut serta memberikan informasi akurat mengenai keberadaan buronan yang saat ini masih dalam pengejaran.
Sayembara ini merupakan langkah luar biasa yang diambil seorang kepala daerah untuk mempercepat proses penegakan hukum. Dedi menegaskan bahwa hadiah akan diberikan kepada siapa saja yang berhasil memberikan informasi hingga Taufik Hidayat berhasil diamankan oleh pihak berwajib. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keprihatinan serius terhadap kekerasan berbasis gender yang masih marak terjadi.
Kasus ini menyoroti masih lemahnya perlindungan bagi perempuan korban kekerasan di Indonesia. Menurut catatan Komnas Perempuan, angka kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat setiap tahun, dengan banyak kasus tidak terungkap karena korban enggan melapor. Langkah Dedi Mulyadi memberikan harapan baru bahwa aparat dan pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk menekan angka impunitas pelaku.
Dedi mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan informasi melalui jalur resmi kepolisian. Ia menekankan bahwa partisipasi publik sangat penting, namun harus tetap dalam koridor hukum. Hingga berita ini diturunkan, Polda Jabar masih melakukan pencarian intensif terhadap Taufik Hidayat.
Pertanyaan yang mengemuka: apakah sayembara ini akan efektif memburu pelaku kekerasan, atau justru memicu risiko disinformasi dan tindakan anarkis? Keberhasilan langkah ini bisa menjadi preseden bagi daerah lain dalam melibatkan masyarakat secara aktif dalam penegakan hukum, terutama untuk kasus-kasus kekerasan berat yang meresahkan.



