Tragedi di Thailand: Pelajar Tembak Mati Enam Orang di Sekolah Menengah, Polisi Selidiki Motif
Baca dalam 60 detik
- Seorang siswa menembak sejumlah orang di sebuah sekolah di Nonthaburi, Thailand, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai belasan lainnya.
- Otoritas setempat masih menyelidiki motif penembakan, dengan dugaan senjata diambil dari anggota keluarga pelaku.
- Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Thailand, memicu kekhawatiran akan keamanan sekolah di kawasan Asia Tenggara.

Seorang pelajar melepaskan tembakan di sebuah sekolah menengah di Provinsi Nonthaburi, barat laut Bangkok, Jumat pagi, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai belasan lainnya. Peristiwa ini mengguncang Thailand dan kembali menyoroti persoalan akses senjata api di kalangan remaja.
Kepolisian Kerajaan Thailand mengonfirmasi bahwa penembakan terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi. Juru bicara kepolisian, Trairong Piwpan, menyatakan bahwa korban tewas terdiri dari tiga guru dan tiga siswa, sementara pelaku dilaporkan dalam kondisi kritis di rumah sakit. Namun, data korban sempat simpang siur di antara pejabat, dengan Menteri Kesehatan Pattana Promphat menyebut 22 orang terluka dan sembilan di antaranya kritis, sementara Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwunchwee melaporkan lima guru tewas dan pelaku meninggal di rumah sakit.
Seorang saksi mata menuturkan bahwa para siswa bersembunyi di dalam ruang kelas ketika mendengar suara tembakan dari gedung lain, sebelum polisi mengevakuasi mereka. Suasana duka menyelimuti area sekolah satu jam setelah insiden, dengan warga saling menghibur di luar gedung. Polisi dan petugas medis masih bekerja di dalam lokasi kejadian.
Motif penembakan masih diselidiki, namun polisi menduga senjata yang digunakan diambil dari anggota keluarga pelaku. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan pejabat terkait untuk memastikan perawatan terbaik bagi para korban. Insiden ini menambah catatan kelam kekerasan bersenjata di Thailand, yang sebelumnya terjadi penembakan di sekolah umum di selatan Thailand pada Februari lalu, serta penembakan di pusat perbelanjaan Bangkok pada 2023.
โKami masih mendalami motif pelaku dan asal-usul senjata,โ ujar Trairong Piwpan kepada media setempat.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan senjata api dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Meskipun kepemilikan senjata di Indonesia lebih ketat, kasus kekerasan di sekolah tetap menjadi perhatian, terutama dengan meningkatnya tekanan akademik dan sosial di kalangan pelajar. Penguatan sistem deteksi dini dan layanan konseling di sekolah menjadi langkah krusial untuk mencegah potensi tragedi serupa.
Ke depan, pertanyaan besar yang mengemuka adalah bagaimana Thailand akan memperketat regulasi senjata dan meningkatkan keamanan sekolah. Apakah insiden ini akan mendorong reformasi kebijakan yang lebih serius, atau justru menjadi catatan kelam yang berulang? Masyarakat regional, termasuk Indonesia, akan mengamati langkah konkret pemerintah Thailand dalam merespons tragedi ini.



