1000 Laga Piala Dunia: Kilas Balik Sepuluh Pertandingan Legendaris
Baca dalam 60 detik
- Pertandingan Tunisia vs Jepang pada Sabtu ini menjadi laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia, menandai tonggak sejarah turnamen.
- FIFA merilis daftar sepuluh pertandingan klasik, termasuk comeback Eusebio, drama adu penalti, dan duel Messi vs Mbappe di final 2022.
- Bagi penggemar Indonesia, momen ini mengingatkan pada euforia Piala Dunia dan potensi Timnas Merah Putih di masa depan.
Sabtu ini, Stadion Monterrey akan menjadi saksi sejarah saat Tunisia dan Jepang berhadapan dalam pertandingan ke-1.000 Piala Dunia. Sebuah angka monumental yang tidak hanya menandai perjalanan panjang turnamen sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga menjadi momen refleksi atas puluhan tahun drama, kejutan, dan keindahan olahraga ini. FIFA, sebagai penyelenggara, memanfaatkan momen ini dengan merilis daftar sepuluh pertandingan klasik yang membentuk warisan Piala Dunia.
Dari era Eusebio hingga duel Lionel Messi melawan Kylian Mbappe di final 2022, setiap pertandingan yang dipilih memiliki cerita unik. Pada perempat final 1966, Korea Utara mengejutkan dunia dengan unggul 3-0 atas Portugal, sebelum Eusebio mencetak empat gol untuk membalikkan keadaan. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak pernah berhenti memberikan kejutan. Sementara itu, 'Pertandingan Abad Ini' antara Italia dan Jerman Barat pada semifinal 1970 menyajikan drama lima gol di perpanjangan waktu, diakhiri dengan gol penentu Gianni Rivera.
Tak ketinggalan, performa ikonik Paolo Rossi pada 1982 yang mematikan Brasil dengan hattrick, atau adu penalti pertama dalam sejarah Piala Dunia antara Jerman Barat dan Prancis di semifinal 1982. Empat tahun kemudian, giliran Prancis yang menang adu penalti melawan Brasil, dengan Michel Platini menjadi bintang. Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengubah taktik dan strategi tim-tim besar dunia.
Bagi penggemar Indonesia, daftar ini menjadi pengingat akan momen-momen yang pernah menghiasi layar kaca Tanah Air. Dari kejayaan Brasil era Romario dan Bebeto hingga duel sengit Argentina vs Inggris 1998 yang diwarnai kartu merah David Beckham, setiap pertandingan memiliki resonansi emosional. Cristiano Ronaldo juga mencatatkan namanya dengan hattrick dramatis melawan Spanyol pada 2018, sebuah pertandingan yang masih dikenang karena tendangan bebas menit akhirnya.
Namun, puncak dari semua itu adalah final 2022 di Lusail. Argentina unggul 2-0 hingga menit ke-80, sebelum Mbappe mencetak dua gol dalam dua menit untuk menyamakan kedudukan. Messi dan Mbappe saling balas gol di perpanjangan waktu, dan akhirnya Argentina menang adu penalti. Pertandingan ini disebut-sebut sebagai final terbaik sepanjang masa, dan menjadi bukti bahwa Piala Dunia terus berevolusi.
Ke depan, dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara (AS, Meksiko, Kanada), jumlah pertandingan akan bertambah menjadi 104. Pertanyaan besarnya: mampukah turnamen mendatang menciptakan momen-momen klasik baru yang setara dengan sepuluh laga legendaris ini? Atau justru akan lahir cerita baru yang melampaui imajinasi?



