Bersatu Gelar Rapat Tandingan Perikatan Nasional, Ketegangan Internal Makin Memanas
Baca dalam 60 detik
- Bersatu menggelar pertemuan rival di markasnya malam ini, menantang struktur kepemimpinan Perikatan Nasional.
- Azmin Ali dan Radzi Jidin dicopot dari jabatan strategis di Perikatan, memicu perpecahan terbuka antar partai koalisi.
- Langkah ini berpotensi mengubah peta politik Malaysia menjelang pemilu, dengan implikasi bagi stabilitas koalisi.

Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) menggelar pertemuan tandingan Perikatan Nasional (PN) pada Jumat (19/6) malam, menandai eskalasi konflik internal koalisi yang kian terbuka. Langkah ini diambil setelah dua tokoh senior Bersatu, Mohamed Azmin Ali dan Mohd Radzi Md Jidin, dicopot dari jabatan strategis di PN.
Poster undangan yang beredar di media sosial, menampilkan foto presiden Bersatu Muhyiddin Yassin hasil kecerdasan buatan (AI), mengumumkan rapat pimpinan tertinggi PN akan berlangsung pukul 20.00 di markas Bersatu, Petaling Jaya. Sayap pemuda Bersatu, Armada, bahkan mengerahkan pendukung untuk hadir sejak pukul 19.00 dengan seragam biru khas PN. Pertemuan ini jelas merupakan respons atas keputusan pimpinan PN yang diumumkan dua hari sebelumnya.
Pada Rabu (17/6), ketua PN Ahmad Samsuri Mokhtar mengumumkan pencopotan Azmin dari jabatan wakil sekretaris jenderal, sementara Radzi digantikan oleh Muhammad Sanusi Md Noor sebagai direktur pemilu. Sanusi yang juga Menteri Besar Kedah berasal dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS), partai komponen PN. Keputusan ini dianggap sebagai langkah PAS untuk memperkuat dominasinya dalam koalisi, sekaligus melemahkan pengaruh Bersatu yang dipimpin Muhyiddin.
Konflik internal ini bukanlah hal baru. Sejak koalisi PN dibentuk, hubungan antara Bersatu dan PAS kerap diwarnai ketegangan. PAS sebagai partai dengan basis massa lebih besar kerap mendominasi pengambilan keputusan, sementara Bersatu yang dipimpin mantan perdana menteri Muhyiddin berusaha mempertahankan pengaruhnya. Pencopotan Azmin dan Radzi menjadi puncak dari persaingan yang sudah lama terpendam.
Bagi Indonesia, dinamika politik Malaysia ini patut dicermati. Malaysia adalah mitra dagang utama dan tetangga dekat. Ketidakstabilan politik di Malaysia dapat berdampak pada hubungan bilateral, terutama dalam hal investasi dan kerja sama regional. Selain itu, perpecahan di PN bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri Malaysia terhadap isu-isu seperti Laut China Selatan dan kerja sama ASEAN. Investor Indonesia yang memiliki kepentingan di Malaysia juga perlu waspada terhadap potensi perubahan kebijakan ekonomi jika koalisi berubah.
Menurut pengamat politik dari Universitas Malaya, langkah Bersatu menggelar pertemuan tandingan menunjukkan bahwa partai tersebut tidak akan tinggal diam. โIni adalah sinyal bahwa Muhyiddin masih memiliki pengaruh kuat di internal partainya dan siap bertarung memperebutkan kendali koalisi,โ ujarnya. Namun, ia juga memperingatkan bahwa perpecahan ini bisa melemahkan PN menjelang pemilu mendatang.
โJika tidak segera diatasi, konflik ini bisa membuat PN kehilangan dukungan publik dan membuka peluang bagi lawan politik seperti Pakatan Harapan.โ
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah PN mampu bertahan sebagai koalisi yang solid. Pertemuan malam ini bisa menjadi awal dari perpecahan yang lebih dalam, atau justru menjadi momentum rekonsiliasi. Namun, dengan saling klaim dan aksi tandingan, jalan menuju persatuan tampak semakin sulit. Publik Malaysia dan para pengamat regional akan mencermati langkah selanjutnya dari kedua kubu.



