Tottenham Resmi Datangkan Jan Paul van Hecke dari Brighton dengan Mahar £52 Juta
Baca dalam 60 detik
- Tottenham mengamankan jasa bek Belanda Jan Paul van Hecke dari Brighton dengan biaya transfer £52 juta, menjadikannya rekrutan termahal klub pada bursa musim panas ini.
- Van Hecke, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Brighton musim lalu, kembali bersatu dengan pelatih Roberto De Zerbi yang pernah membesutnya di Brighton.
- Kedatangan Van Hecke memperkuat lini belakang Spurs yang tengah dibangun ulang, sekaligus menambah kontingen Belanda di klub London Utara tersebut.

Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan bek tengah asal Belanda, Jan Paul van Hecke, dari Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer mencapai £52 juta. Pemain berusia 26 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang di Tottenham Hotspur Stadium, mengakhiri spekulasi masa depannya setelah hanya menyisakan satu tahun dalam kontraknya bersama The Seagulls.
Van Hecke datang dengan reputasi mentereng. Pada musim 2024-2025, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Brighton versi penggemar dan rekan setimnya. Bek kelahiran Goes, Belanda, itu mencatatkan 131 penampilan untuk Brighton dan menjadi starter dalam 36 dari 38 pertandingan Premier League musim lalu, membantu klub finis di posisi kedelapan dan lolos ke kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam sejarah klub.
Transfer ini juga mempertemukan kembali Van Hecke dengan pelatih kepala Tottenham, Roberto De Zerbi. Keduanya pernah bekerja sama di Brighton setelah Van Hecke bergabung dari NAC Breda pada 2020. "Jan Paul adalah pemain yang saya kenal baik dari masa kami di Brighton, dan saya senang bisa bekerja sama lagi dengannya," ujar De Zerbi dalam pernyataan resmi klub. "Dia bek tengah yang kuat, cerdas, berani dalam penguasaan bola, dan bermain dengan kepribadian. Itu adalah kualitas penting untuk cara saya ingin tim bermain."
Selain reuninya dengan De Zerbi, Van Hecke juga akan bergabung dengan sesama pemain Belanda di Spurs, yaitu Micky van de Ven dan Xavi Simons. Van de Ven merupakan rekan setimnya di tim nasional Belanda, sementara Simons saat ini masih dalam masa pemulihan cedera ACL. "Saya sudah memiliki hubungan yang sangat kuat dengan pelatih kepala, dan saya tidak sabar untuk bekerja sama lagi. Micky juga menceritakan hal-hal hebat tentang klub ini, jadi saya sangat antusias untuk memulai," kata Van Hecke.
Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, mengungkapkan bahwa klub telah memantau perkembangan Van Hecke selama beberapa tahun. "Jan Paul adalah pemain yang kami kagumi sejak lama. Karakternya, kemampuannya membaca permainan, dan kualitas teknisnya sangat cocok dengan filosofi kami," kata Lange. Langkah ini menunjukkan ambisi Tottenham untuk membangun kembali skuad di bawah arahan De Zerbi, yang sebelumnya sukses membawa Brighton tampil atraktif.
Bagi Brighton, kehilangan Van Hecke tentu menjadi pukulan, mengingat perannya yang vital di lini belakang. Namun, klub asal pantai selatan Inggris itu berhasil mendapatkan keuntungan finansial yang signifikan, termasuk klausul penjualan kembali yang bisa menambah pemasukan di masa depan. Strategi Brighton yang dikenal jitu dalam merekrut dan mengembangkan pemain muda kembali terbukti menguntungkan.
Di Indonesia, berita ini menarik perhatian karena semakin banyaknya pemain Belanda yang merumput di Premier League. Para penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Eredivisie atau timnas Belanda tentu tidak asing dengan nama Van Hecke. Kedatangannya di Tottenham diprediksi akan meningkatkan daya tarik klub tersebut di mata penggemar Indonesia, terutama yang mengidolakan De Zerbi atau pemain Belanda lainnya.
Dengan tambahan Van Hecke, lini pertahanan Tottenham kini memiliki opsi yang lebih solid. Kombinasi antara Van de Ven dan Van Hecke di jantung pertahanan, plus pengalaman Cristian Romero, memberikan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk bersaing di Premier League dan Eropa. Pertanyaannya, apakah duet Belanda ini mampu membawa Tottenham kembali ke papan atas klasemen dan merebut gelar juara yang sudah lama dinanti?



