Anwar Ibrahim: Potensi Kerja Sama ASEAN-Rusia Masih Besar, Energi Jadi Prioritas
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menilai kerja sama ASEAN-Rusia masih jauh dari optimal, dengan potensi besar di sektor energi, digital, dan pendidikan.
- Dalam forum bisnis di Kazan, Anwar menekankan pentingnya kolaborasi yang belum tergarap, sembari menyoroti perkembangan Tatarstan sebagai mitra strategis.
- Pertemuan dengan Presiden Putin juga membahas peningkatan perdagangan bilateral yang tumbuh 12,9% tahun lalu, menjelang 60 tahun hubungan diplomatik.

Potensi kerja sama antara ASEAN dan Rusia dinilai masih sangat besar, namun realisasinya belum sebanding dengan hubungan yang telah terjalin dengan mitra lain seperti Amerika Serikat, China, dan India. Demikian disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di sela-sela ASEAN-Russia Business Forum di Kazan, Rusia, Kamis (19/6/2026).
Dalam sesi dialog dengan media internasional, Anwar menggarisbawahi bahwa platform seperti forum bisnis tersebut menjadi jembatan penting untuk memperdalam pemahaman dan kolaborasi. Ia menyebut sejumlah bidang yang potensial untuk ditingkatkan, mulai dari ketahanan energi, keamanan siber, pertanian, teknologi digital, riset ilmiah, hingga pendidikan tinggi. โPotensinya sangat besar,โ ujarnya, seraya mencatat bahwa kerja sama dengan Rusia masih relatif belum tergarap maksimal.
Anwar juga menyoroti perkembangan pesat Tatarstan, republik otonom di Rusia tempat forum digelar, dalam bidang teknologi, sains, riset, pendidikan, dan pertahanan. Menurutnya, kemajuan itu membuka peluang bagi ASEAN untuk menjalin pertukaran pengetahuan dan kerja sama yang lebih erat. Pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai produktif, terutama dalam membahas kerja sama ekonomi dan ketahanan energi.
Di luar agenda ekonomi, Anwar juga menyinggung pentingnya pertukaran budaya. Ia mengaku menggemari musik dan sastra Rusia, termasuk karya Tolstoy, Chekhov, dan Pasternak yang telah diterjemahkan ke bahasa Melayu. โBudaya, puisi, dan sastra penting karena menumbuhkan rasa sayang dan pemahaman antarmanusia,โ katanya. Momen ringan terjadi saat jurnalis bertanya tentang lagu-lagu Rusia yang kerap muncul di Instagram pribadinya, seperti Matushka dan Kalinka Malinka. โSaya dan anak-anak suka, meski saya tidak hafal liriknya,โ ujarnya sambil tersenyum.
Tak hanya membahas hubungan bilateral, Anwar juga menyuarakan keprihatinannya atas krisis kemanusiaan di Gaza. Ia menyebut situasi tersebut sebagai kegagalan komunitas internasional dan mengkritik standar ganda dalam penerapan nilai demokrasi dan hak asasi manusia. โTidak boleh ada sistem yang membiarkan pembunuhan dan penyiksaan anak-anak serta perempuan setiap hari, sementara kita diam saja,โ tegasnya. Anwar mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Iran, Pakistan, Mesir, dan Turki, untuk mendorong resolusi damai di Timur Tengah.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membuka peluang strategis. Sebagai anggota ASEAN, Indonesia dapat memanfaatkan momentum peningkatan hubungan ASEAN-Rusia untuk memperluas akses pasar energi, teknologi, dan pendidikan. Namun, tantangan geopolitik dan sanksi Barat terhadap Rusia tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan mengambil peran lebih aktif dalam menjembatani kerja sama ini, atau justru terjebak dalam dinamika rivalitas global?



