Hari Bhayangkara ke-80: Brimob Polri Beri Layanan Kesehatan dan Sembako untuk Anak Disabilitas di Depok
Baca dalam 60 detik
- Bidkesjas Korbrimob Polri menggelar bakti kesehatan dan sosial di YPLB Nusantara Depok, menyasar anak-anak disabilitas dengan pemeriksaan medis gratis dan paket sembako.
- Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, menegaskan peran Polri di luar keamanan, yakni kepedulian sosial terhadap kelompok rentan.
- Anak-anak YPLB menampilkan pentas seni sebagai bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi, mendapat apresiasi dari pejabat Polri dan pengurus yayasan.

Kombes Pol. Bambang Wiji Asmoro memimpin langsung tim Bidang Kesehatan dan Jasmani (Bidkesjas) Korbrimob Polri memberikan pelayanan kesehatan gratis serta bantuan sembako kepada puluhan anak disabilitas di Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara, Beji, Depok, Rabu (18/6). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi salah satu wujud pengabdian Polri di luar tugas keamanan, yakni hadir bagi kelompok masyarakat yang kerap terpinggirkan.
Dalam sambutannya, Bambang menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara harus dimaknai sebagai pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus mengabdi kepada masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. "Kami ingin memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas memperoleh perhatian, pelayanan, dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat serta mengembangkan potensi," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang setara untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, kesehatan gigi, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan dan vitamin. Selain itu, Bidkesjas Korbrimob Polri juga menyerahkan paket sembako kepada siswa dan keluarga besar YPLB Nusantara. Kepala YPLB Nusantara, Sarjono, menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut. "Bantuan ini sangat berarti. Kehadiran Bapak dan Ibu memberikan semangat dan motivasi bagi anak-anak kami untuk terus berkarya dan meraih cita-cita," ungkapnya.
Suasana semakin mengharukan saat para siswa YPLB menampilkan pertunjukan seni, mulai dari menyanyi, memainkan alat musik, hingga menunjukkan bakat lainnya. Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu dan guru. Bagi Bambang, momen itu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk bermimpi dan berprestasi. "Setiap manusia memiliki potensi yang bisa berkembang jika diberi kesempatan, dukungan, dan kasih sayang," katanya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Di tengah tantangan disabilitas yang masih kerap menghadapi stigma dan akses terbatas, langkah seperti ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk turut serta mendukung kelompok rentan. Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah program serupa akan diperluas ke daerah lain secara berkelanjutan, atau hanya bersifat seremonial tahunan.



