Menteri Luar Negeri Nepal Kunjungi Beijing: Sinyal Baru Poros Diplomasi di Tengah Ketegangan Regional
Baca dalam 60 detik
- Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal bertemu dengan diplomat senior China Wang Yi dalam kunjungan pertamanya ke Beijing setelah kemenangan pemilu partainya pada Maret lalu.
- Kunjungan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Khanal mengunjungi India, menandakan upaya Nepal untuk menyeimbangkan hubungan dengan dua raksasa Asia yang bersaing.
- Proyek infrastruktur Jalur Sutra (BRI) yang macet dan utang Nepal ke China sebesar US$310 juta menjadi agenda utama pembicaraan.

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal bertemu dengan diplomat senior China Wang Yi di Beijing, menandai kunjungan pertamanya ke negara tetangga itu sejak partainya memenangkan pemilu pada Maret lalu. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah Khanal mengunjungi India, rival regional China, menunjukkan strategi diplomasi yang hati-hati di tengah persaingan dua kekuatan besar Asia.
Kunjungan Khanal ke Beijing dan Delhi dalam waktu berdekatan mencerminkan upaya Nepal untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan kedua negara tetangganya. Selama ini, Nepal berada di antara dua kekuatan yang kerap berselisih, terutama terkait sengketa perbatasan Nepal-India sepanjang 1.751 km. Dalam kunjungannya ke Delhi awal bulan ini, Khanal menyatakan bahwa pemerintahan baru Nepal โbebas dari beban politik masa laluโ, sebuah pernyataan yang diartikan sebagai sinyal keterbukaan untuk memulai babak baru hubungan bilateral.
Di sisi lain, hubungan Nepal dengan China sempat terhambat akibat lambatnya realisasi proyek-proyek infrastruktur yang termasuk dalam inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) pimpinan Presiden Xi Jinping. Nepal bergabung dengan BRI pada 2017, namun sejumlah proyek, seperti pembangunan jalan raya dan pelabuhan, belum menunjukkan kemajuan signifikan. Dalam pertemuan tersebut, Wang Yi menegaskan kembali komitmen China untuk membangun infrastruktur Nepal, dengan fokus pada kerja sama di bidang pembangkit listrik, jalan raya, pelabuhan, dan penerbangan.
Bagi Indonesia, dinamika ini relevan mengingat posisi strategis Nepal di kawasan Asia Selatan dan keterlibatan China dalam proyek infrastruktur di negara-negara berkembang. Indonesia sendiri memiliki hubungan erat dengan China melalui kerja sama BRI, namun juga menjaga hubungan baik dengan India. Pola diplomasi Nepal yang berusaha menyeimbangkan kedua kekuatan dapat menjadi pelajaran bagi negara-negara ASEAN yang berada di tengah rivalitas AS-China.
Para analis menilai bahwa kunjungan Khanal ke Beijing dan Delhi menunjukkan bahwa Nepal ingin memanfaatkan momentum politik baru untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, tanpa harus memihak salah satu kekuatan besar. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan bahwa proyek-proyek BRI yang macet dapat segera direalisasikan, mengingat utang Nepal ke China yang terus bertambah. Pertanyaan besarnya, akankah China memberikan kelonggaran atau justru memperketat persyaratan pinjaman di tengah persaingan dengan India?



