Gempa M6,7 Guncang Sulteng: Satu Tewas, Ratusan Warga Terdampak
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah menewaskan satu warga di Kabupaten Sigi dan melukai puluhan lainnya.
- BNPB mencatat sedikitnya 312 jiwa terdampak, dengan kerusakan terbanyak di Sigi meliputi rumah, jembatan, dan fasilitas umum.
- Gempa susulan masih terjadi; pemerintah mengimbau warga tetap waspada dan mengacu pada informasi resmi.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) merenggut satu korban jiwa di Kabupaten Sigi, sekaligus memicu kerusakan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa korban meninggal berasal dari daerah yang mengalami dampak paling parah tersebut.
Hingga Rabu (17/6) pagi, data sementara BNPB menunjukkan sekitar 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak langsung guncangan. Sebanyak 25 warga dilaporkan menderita luka ringan, sementara 13 lainnya mengalami luka berat. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pendataan di lapangan yang terus berjalan.
Kabupaten Sigi menjadi episentrum kerusakan dengan 89 KK atau 272 jiwa terdampak. Di wilayah ini, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 luka berat. Kerusakan bangunan di Sigi meliputi 47 unit rumahโ23 rusak ringan, enam rusak sedang, dan 12 rusak beratโserta enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, dan satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di luar Sigi, dampak gempa juga terasa di beberapa kabupaten/kota lain. Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak, sementara di Kota Palu dua warga mengalami luka ringan. Kabupaten Poso melaporkan satu warga luka dan lima unit rumah terdampak, tiga di antaranya rusak ringan. Kerusakan infrastruktur di Palu meliputi retakan di Jembatan III, satu fasilitas umum, satu hotel, dan satu tempat usaha. Pendataan di Kabupaten Donggala masih berlangsung.
Menurut Abdul Muhari, kerusakan juga terjadi pada ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso yang mengalami amblas, berpotensi mengganggu akses logistik dan evakuasi. Aktivitas gempa susulan masih terus terdeteksi hingga sore hari. BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Kejadian ini kembali mengingatkan pada kerentanan Sulawesi Tengah terhadap gempa bumi, mengingat wilayah tersebut berada di jalur sesar aktif. Dengan data kerusakan yang masih terus dikumpulkan, pemerintah dihadapkan pada tantangan percepatan penanganan darurat dan rehabilitasi infrastruktur. Akankah respons kebencanaan kali ini mampu meminimalkan dampak lebih lanjut, terutama di daerah terpencil seperti Sigi?



