Kapten Inggris Nat Sciver-Brunt Cedera Betis, Kemenangan atas Irlandia Terbayang Kekhawatiran
Baca dalam 60 detik
- Nat Sciver-Brunt mundur saat Inggris butuh sembilan run karena ketat pada betis kiri yang sebelumnya cedera.
- Tanpa sang kapten, Inggris tetap menang empat wicket atas Irlandia, namun kekhawatiran menghadapi laga selanjutnya membayangi.
- Cedera ini menguji kedalaman skuad Inggris yang tengah berjuang merebut gelar Piala Dunia T20 pertama sejak 2017.

Kapten tim kriket putri Inggris, Nat Sciver-Brunt, memicu kekhawatiran setelah mundur di tengah pertandingan karena ketegangan pada betis kiri yang sebelumnya cedera, meski timnya berhasil mengamankan kemenangan empat wicket atas Irlandia dalam lanjutan Piala Dunia T20 di Southampton, Rabu (9/10).
Sciver-Brunt, yang baru pulih dari cedera betis, meninggalkan lapangan saat Inggris hanya membutuhkan sembilan run untuk menang. Ia telah mengumpulkan 48 run dari 38 bola sebelum memutuskan mundur dan langsung menuju ruang ganti. Tim medis kemudian mengonfirmasi bahwa ia mengalami "kekakuan" pada betis kiri—sisi yang sama dengan cedera sebelumnya—dan langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan.
Tanpa Sciver-Brunt, Inggris kehilangan Freya Kemp dengan dua run, namun berhasil mengejar target 119 run dengan 15 bola tersisa. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Inggris dalam dua pertandingan awal turnamen yang digelar di kandang sendiri. Namun, sorotan kini beralih pada kondisi kapten yang menjadi tulang punggung tim.
Sebelum insiden, Sciver-Brunt tampil solid bersama Heather Knight membangun kemitraan 64 run setelah tiga wicket awal Inggris jatuh dalam rentang 10 bola. Pembuka Danni Wyatt-Hodge dan Amy Jones gagal, sementara Alice Capsey tumbang oleh yorker Orla Prendergast. Namun, ketenangan Sciver-Brunt membalikkan keadaan hingga akhirnya ia harus keluar.
Bagi Inggris, kekhawatiran ini datang di saat krusial. Mereka tengah berusaha merebut gelar Piala Dunia T20 pertama sejak 2017. Tanpa Sciver-Brunt, Inggris sebelumnya mampu mengalahkan Selandia Baru dan India di awal musim panas, namun ia tetap diakui sebagai pemain terbaik dan paling penting. Wakil kapten Charlie Dean, yang belum pernah memimpin tim tiga bulan lalu, kini harus siap mengambil alih jika diperlukan.
Di sisi lain, Irlandia yang kalah dua kali berturut-turut akan menghadapi Selandia Baru yang belum meraih kemenangan pada Jumat (11/10). Bagi Inggris, jeda empat hari sebelum melawan Skotlandia menjadi waktu krusial untuk memulihkan Sciver-Brunt. Pertanyaannya, mampukah Inggris mempertahankan performa tanpa sang kapten di laga-laga berikutnya?



