Cadangan Devisa Nigeria Tembus US$50,8 Miliar, Tertinggi Sejak 2009
Baca dalam 60 detik
- Nigeria mencatat cadangan devisa tertinggi dalam 17 tahun, mencapai US$50,8 miliar berkat lonjakan pendapatan minyak dan remitansi.
- Produksi minyak mentah naik 2,2% menjadi 1,7 juta barel per hari pada Mei, didukung oleh minimnya gangguan operasional.
- Target produksi 1,84 juta bph tahun ini dinilai sulit tercapai, sehingga pendapatan minyak diperkirakan tetap di bawah anggaran.

Nigeria menorehkan pencapaian ekonomi yang signifikan: cadangan devisa bruto negara itu mendekati US$51 miliar, level tertinggi sejak Januari 2009. Lonjakan ini didorong oleh derasnya aliran dolar dari penjualan minyak, remitansi pekerja migran, dan sumber devisa lainnya.
Berdasarkan data Bank Sentral Nigeria (CBN), cadangan devisa bruto naik menjadi US$50,813 miliar pada pekan lalu, meningkat dari US$50,505 miliar pada pekan sebelumnya. Pasar memperkirakan aliran masuk masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Jika tren ini bertahan, analis yakin cadangan devisa bisa menembus US$51 miliar pada akhir semester pertama 2026.
Angka ini menandai pemulihan yang cukup impresif mengingat cadangan devisa Nigeria pada akhir 2025 hanya sebesar US$45,505 miliar. Artinya, dalam enam bulan terakhir, negara Afrika Barat itu berhasil menambah sekitar US$5 miliar. Faktor utama pendorongnya adalah kenaikan harga minyak mentah global yang bertahan di level tertinggi dalam empat tahun terakhir, serta peningkatan volume produksi minyak dalam negeri.
Komisi Regulasi Minyak Hulu Nigeria (NUPRC) mencatat produksi minyak mentah total, termasuk kondensat, mencapai 1,70 juta barel per hari (bph) pada Mei 2026, naik tipis dari 1,66 juta bph pada April. Tanpa kondensat, produksi minyak mentah naik menjadi sekitar 1,53 juta bph dari sebelumnya 1,49 juta bph. Analis dari CSL Stockbrokers menyebutkan bahwa peningkatan ini didorong oleh minimnya aktivitas pemeliharaan fasilitas besar, berkurangnya pencurian minyak, dan tidak adanya vandalisme pipa selama periode tersebut.
Kondisi ini kontras dengan Februari lalu, ketika produksi total turun hingga 8,8% month-on-month menjadi 1,48 juta bph akibat penutupan sementara fasilitas Bonga untuk pemeliharaan. Kestabilan produksi di level 1,70 juta bph dinilai akan terus mendukung volume ekspor minyak mentah dan memperkuat posisi neraca berjalan Nigeria.
Meski demikian, optimisme itu tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran. CSL Stockbrokers menilai target pemerintah untuk meningkatkan rata-rata produksi menjadi 1,84 juta bph pada tahun ini masih sulit diwujudkan. Konsekuensinya, pendapatan fiskal dari sektor minyak kemungkinan besar akan tetap di bawah asumsi anggaran. Apresiasi naira sepanjang tahun ini juga berpotensi menggerus sebagian keuntungan dari harga minyak yang tinggi.
โMeskipun harga minyak mentah saat ini berada di level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, yang seharusnya memperkuat penerimaan ekspor minyak, manfaatnya diperkirakan akan sebagian diimbangi oleh volume produksi yang lebih rendah dari anggaran dan apresiasi naira tahun ini,โ tulis CSL Stockbrokers dalam catatan risetnya.
Ke depan, sentimen terhadap sektor minyak Nigeria tetap konstruktif. Regulator minyak Nigeria telah mengumumkan bahwa putaran lisensi minyak 2026 akan dimulai pada kuartal ketiga, dengan minat investor yang diperkirakan kuat setelah berbagai langkah pengurangan hambatan masuk. Salah satu proyek yang paling dinantikan adalah proyek minyak laut dalam senilai US$20 miliar yang dikembangkan oleh Shell. Proyek ini diperkirakan mengandung sekitar 820 juta barel cadangan yang dapat dipulihkan dan dapat mencapai produksi puncak sekitar 220.000 barel per hari. Jika berjalan sesuai rencana, proyek tersebut akan memberikan dorongan signifikan bagi kapasitas produksi jangka panjang Nigeria dan memperkuat posisinya sebagai produsen minyak terkemuka di Afrika.
Pertanyaannya, akankah momentum ini mampu bertahan di tengah tekanan fiskal dan target produksi yang ambisius? Ataukah Nigeria kembali terjebak dalam siklus ketergantungan pada harga minyak yang volatil?



